- Antara
Teka-teki Jatuhnya Pesawat ATR di Gunung Bulusaraung Sulsel, Menhub: Dokumen Nyatakan Laik Terbang
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi memberikan klarifikasi terkait status pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang mengalami kecelakaan tragis di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Menhub menegaskan bahwa secara administratif, pesawat tersebut dalam kondisi yang prima untuk beroperasi.
"Kalau laik terbang iya. Syarat utamanya adalah layak terbang. Kami sudah memeriksa kelaikan dari dokumen yang dimiliki oleh pesawat tersebut, dan pesawat tersebut dinyatakan layak terbang," ujar Menhub Dudy saat ditemui wartawan di Posko SAR AJU, Desa Tompo Bulu, Pangkep, Senin (19/1).
Menhub enggan menanggapi berbagai rumor yang beredar mengenai dugaan adanya kendala teknis sebelum kecelakaan terjadi. Ia menekankan bahwa pihaknya tidak akan mengeluarkan pernyataan spekulatif tanpa bukti yang sah.
"Saya belum bisa menyebutkan itu. Kita tidak mau terlalu dini menyampaikan apa yang menjadi penyebab dari kecelakaan, seperti itu," tegasnya.
Pesawat nahas tersebut ternyata sedang mengemban misi rutin milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Dudy menjelaskan bahwa penerbangan tersebut merupakan bagian dari kegiatan surveillance atau pengawasan wilayah perairan Indonesia untuk memastikan keamanan laut nasional.
Terkait detail teknis seperti ketinggian jelajah saat kejadian, Menhub menyerahkan sepenuhnya kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Investigasi mendalam baru bisa dilakukan setelah semua bukti fisik, termasuk kotak hitam (black box), berhasil dikumpulkan.
"Dari situ baru kita bisa menjelaskan sebab musabab dari terjadinya kecelakaan. Kita akan lihat setelah nanti KNKT menyampaikan hasil laporannya," tambah Dudy.
Mengenai penanganan korban, identifikasi resmi akan dilakukan melalui prosedur Disaster Victim Identification (DVI) oleh kepolisian guna memastikan verifikasi data yang akurat.
Di lokasi yang sama, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, memastikan bahwa pemerintah daerah telah mengerahkan kekuatan penuh untuk mendukung proses evakuasi.
Lebih dari seribu personel gabungan, termasuk tim medis dan logistik, telah diterjunkan ke medan berat Gunung Bulusaraung.
"Mudah-mudahan apa yang kita lakukan ini adalah bukti kekompakan, keseriusan kita bekerja sama dan saling mendukung mempercepat proses evakuasi terhadap apa yang kita telah temukan. Kita akan terus melaksanakan pencarian korban," tutur Andi Sudirman.