news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Tim BPBD Makassar bergabung dengan Tim SAR untuk melakukan pencarian pesawat ATR 42-500 yang hilang di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1)..
Sumber :
  • Antara

Basarnas Fokus Pencarian dan Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500, Ungkap Faktor Penghambat Utama Kondisi Cuaca-Alam Sangat Esktrem

Basarnas masih fokus pada pencarian dan evakuasi korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Selasa, 20 Januari 2026 - 13:56 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan/Basarnas) masih fokus pada pencarian dan evakuasi korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menerangkan dalam proses pencarian dan evakuasi korban terdapat hambatan berupa kondisi cuaca dan alam yang ekstrem.

Perkiraan posisi korban berada di kedalaman sekitar 500 meter dari puncak sehingga memerlukan teknik evakuasi khusus.

“Tantangan terbesar yang dihadapi tim SAR gabungan saat ini adalah kondisi cuaca dan alam yang sangat ekstrem. Kabut tebal, medan terjal serta perubahan cuaca yang cepat menjadi faktor penghambat utama dalam operasi,” kata Syafii, dalam keterangannya, Selasa (20/1/2026).

Syafii mengungkapkan pihaknya saat ini belum dapat melakukan evakuasi melalui jalur udara. 

Hal ini disebabkan jarak pandang yang sangat terbatas akibat kabut tebal di sekitar lokasi kejadian.

“Evakuasi melalui udara menjadi prioritas, tetapi hingga saat ini belum memungkinkan. Oleh karena itu, kami mengoptimalkan unsur darat yang secara bertahap melakukan pencarian dan upaya evakuasi,” jelas Syafii.

Syafii mengatakan saat ini pihaknya tengah memaksimalkan "golden time" pencarian dengan harapan seluruh korban dapat ditemukan dan dievakuasi khususnya dalam kondisi selamat. 

Adapun Operasi SAR akan terus dilanjutkan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan keselamatan personel

“Ini adalah misi kemanusiaan. Seluruh personel SAR gabungan bekerja dengan penuh dedikasi, kehati-hatian dan semangat kebersamaan. Kami mohon doa dari seluruh masyarakat agar operasi ini diberikan kelancaran dan keselamatan,” jelasnya.

Untuk diketahui, tim SAR telah menemukan seorang korban kecelakaan pesawat milik Indonesia Air Transport (IAT) pada Minggu (18/1/2026). Korban diketahui berjenis kelamin laki-laki.

Kemudian, satu orang korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 kembali ditemukan tim SAR pada Senin (19/1/2026).

Korban yang baru ditemukan berjenis kelamin perempuan. Tim SAR menemukan korban sekitar pukul 14.00 WIB. (ars/nsi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:00
16:47
09:09
04:22
01:14
00:56

Viral