- Antara
'Doakan Happy Landing', Pesan Terakhir Kapten Andy Pilot Pesawat ATR 42-500 Sebelum Hilang Kontak
Jakarta, tvOnenews.com – Terungkap pesan terakhir Kapten Andy Dahananto, pilot pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT), yang hilang kontak di kawasan pegunungan Bulusaraung, Sulawesi Selatan.
Keluarga pun mengenang Kapten Andy Dahananto sebagai sosok pilot berdedikasi tinggi yang mengabdikan hidupnya untuk dunia penerbangan sekaligus keluarga.
Adik ipar Kapten Andy, Agus Mahardianto, mengungkapkan Kapten Andy Dahananto telah meniti karier di dunia penerbangan sejak awal 1990-an. Selama puluhan tahun berkiprah, Kapten Andy dikenal konsisten dan setia mengabdi di satu perusahaan, meski sempat mendapat berbagai tawaran dari maskapai lain.
“Beliau sudah berkarier sejak awal 1990-an dan setia di satu perusahaan, meskipun sempat mendapat berbagai tawaran dari maskapai lain. Namun beliau tetap pada pilihannya karena percaya pada tempat beliau mengabdi,” ujar Agus, dikutip Selasa (20/1/2026).
Agus menuturkan, dunia penerbangan bukan hal baru bagi keluarga Kapten Andy. Almarhum ayah Kapten Andy diketahui merupakan seorang penerbang di angkatan laut, sementara putra sulungnya kini juga berprofesi sebagai pilot.
“Dunia penerbangan memang sudah menjadi bagian dari keluarga kami dan itu menjadi kebanggaan tersendiri,” katanya.
Di lingkungan keluarga, Kapten Andy dikenal sebagai kepala keluarga yang tegas namun humoris dan penuh perhatian. Meski kerap menjalankan tugas terbang, ia selalu menjaga komunikasi dengan keluarga.
“Beliau sangat perhatian pada keluarga. Biasanya sebelum berangkat selalu video call, dan setelah mendarat pun selalu menghubungi keluarga. Itu sudah jadi kebiasaan beliau selama puluhan tahun,” ujar Agus.
Komunikasi terakhir Kapten Andy dengan keluarga terjadi pada Sabtu (17/1/2026) pagi sekitar pukul 08.00 WIB, sebelum keberangkatan dari Yogyakarta. Saat itu, ia sempat melakukan panggilan video dengan istri dan anak-anaknya.
“Pesan terakhir beliau hanya ‘doakan happy landing’. Itu kalimat yang selalu beliau sampaikan sebelum bertugas,” kata Agus.
Menurut Agus, hingga waktu pesawat seharusnya mendarat sekitar pukul 13.17 WIB, keluarga belum menerima kabar apa pun. Kekhawatiran mulai muncul ketika pihak Indonesia Air Transport mengabarkan bahwa pesawat hilang kontak sekitar pukul 15.00 WIB.
“Sejak itu kekhawatiran kami mulai muncul, karena dalam dunia penerbangan, kondisi lost contact bukan hal yang biasa,” ujarnya.
Meski kondisi puing-puing pesawat yang ditemukan tim SAR dinilai cukup memprihatinkan, keluarga masih menyimpan harapan besar akan adanya keajaiban.
“Harapan kami saat ini tidak lain adalah mukjizat dari Allah SWT. Kami tetap berdoa dan berharap yang terbaik,” kata Agus.
Kapten Andy Dahananto diketahui merupakan warga Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, dan menjabat sebagai Direktur Operasi Indonesia Air Transport (IAT). Di lingkungan tempat tinggalnya, ia juga dikenal sebagai pribadi sederhana dan mudah bergaul.
Sebelumnya, pesawat ATR 42-500 milik IAT dinyatakan hilang kontak saat hendak mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, pada Sabtu (17/1/2026) siang. Pesawat tersebut mengangkut 10 orang, terdiri dari tujuh kru dan tiga penumpang yang merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Hingga saat ini, tim SAR gabungan telah mengevakuasi dua jenazah dari lokasi kejadian. Proses pencarian dan evakuasi terhadap korban lainnya masih terus berlangsung. (nba)