- Antara
DKI Perkuat Saringan Sampah TB Simatupang, Cegah Kiriman Sampah Perparah Banjir Jakarta
-
15 perahu karet
-
25 bus toilet
-
48 toilet portabel
-
Ribuan peralatan kerja seperti cangkrang, cangkul, sapu, dan plastik penampung sampah
Seluruh fasilitas tersebut disiapkan agar petugas dapat bergerak cepat menangani kondisi darurat, terutama di wilayah permukiman padat yang rawan terdampak banjir akibat penyumbatan saluran.
Asep menegaskan, pengelolaan sampah di badan air menjadi salah satu kunci penting dalam upaya pengendalian banjir di Jakarta. Meski infrastruktur dan personel telah disiagakan, ia mengingatkan bahwa peran masyarakat tetap sangat menentukan.
“Partisipasi aktif masyarakat dengan disiplin membuang sampah pada tempatnya menjadi kunci utama. Jika sampah tidak dibuang ke sungai atau saluran air, maka risiko banjir juga bisa ditekan bersama-sama,” katanya.
Menurutnya, banjir di Jakarta tidak hanya dipengaruhi oleh curah hujan tinggi dan kiriman air dari hulu, tetapi juga oleh kondisi drainase yang tersumbat sampah. Oleh karena itu, pendekatan yang dilakukan pemerintah tidak hanya bersifat teknis melalui optimalisasi saringan dan pengerahan petugas, tetapi juga bersifat edukatif melalui ajakan kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.
Optimalisasi SSTBS di kawasan TB Simatupang dinilai strategis karena wilayah tersebut menjadi salah satu titik masuk aliran air dari kawasan penyangga menuju wilayah Jakarta Selatan dan sekitarnya. Dengan menahan sampah sejak di hulu, potensi gangguan aliran air di kawasan hilir dapat diminimalkan.
Pemprov DKI Jakarta memastikan pengawasan terhadap kinerja saringan sampah dan petugas lapangan dilakukan secara berkelanjutan selama musim penghujan. Pemerintah juga membuka jalur komunikasi dengan masyarakat agar laporan terkait tumpukan sampah atau saluran tersumbat dapat segera ditindaklanjuti.
“Upaya ini kami lakukan untuk memastikan sistem pengendalian banjir berjalan optimal. Kami ingin Jakarta tetap aman, meski curah hujan tinggi,” ujar Asep.
Dengan kombinasi penguatan infrastruktur, kesiapsiagaan personel, serta dukungan masyarakat, Pemprov DKI Jakarta berharap risiko banjir akibat sampah dapat ditekan secara signifikan, sekaligus menjaga kebersihan sungai dan saluran air di Ibu Kota. (ant/nsp)