- Antara
Diguyur Hujan Seharian, Bendung Katulampa Naik ke Siaga 3, Warga Bantaran Ciliwung Diminta Waspada
Jakarta, tvOnenews.com - Hujan yang mengguyur kawasan Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sejak dini hari hingga siang hari membuat Bendung Katulampa berstatus siaga 3 pada Jumat, 24 Januari 2026. Kenaikan status ini menjadi perhatian serius karena Bendung Katulampa merupakan indikator awal potensi peningkatan debit Sungai Ciliwung yang mengalir hingga wilayah Jakarta.
Pelaksana Bendung Katulampa, Andi Sudirman, mengatakan tinggi muka air (TMA) Sungai Ciliwung di Katulampa tercatat mencapai 90 sentimeter pada pukul 11.00 WIB. Angka tersebut menandakan kondisi siaga 3 atau waspada, sehingga masyarakat di sepanjang bantaran sungai diminta meningkatkan kewaspadaan.
“Pada pukul 11.00 WIB, tinggi muka air Ciliwung di Bendung Katulampa mencapai 90 sentimeter dengan status siaga 3,” kata Andi.
Hujan Sejak Dini Hari di Kawasan Puncak
Pantauan di kawasan Gunung Mas, Cisarua, menunjukkan hujan turun tanpa henti sejak dini hari. Intensitas hujan bervariasi dari ringan hingga sedang, disertai kabut tebal yang menyelimuti kawasan wisata Puncak. Kondisi tersebut menyebabkan limpasan air di wilayah hulu Sungai Ciliwung meningkat dan berdampak langsung pada debit air di Bendung Katulampa.
Sebelum naik ke status siaga 3, pada pukul 10.23 WIB, tinggi muka air Ciliwung masih berada di angka 80 sentimeter atau dalam kategori siaga 4 alias normal. Namun, curah hujan yang terus berlangsung membuat debit air meningkat dalam waktu relatif singkat.
Petugas bendung mencatat kenaikan ini terjadi secara bertahap, seiring hujan yang belum mereda di kawasan hulu. Kondisi cuaca di sekitar bendung juga terpantau masih gerimis hingga menjelang siang hari.
Kondisi Saluran Induk Katulampa
Selain di Bendung Katulampa, petugas juga memantau tinggi muka air di Pintu Intake Kalibaru atau Saluran Induk Katulampa. Hingga siang hari, TMA di titik tersebut masih terpantau stabil di kisaran 30 sentimeter dan belum menunjukkan peningkatan signifikan.
Meski demikian, petugas tetap melakukan pemantauan secara berkala karena hujan di wilayah Puncak masih berpotensi berlanjut. Perubahan cuaca di wilayah hulu Sungai Ciliwung dapat berdampak cepat terhadap debit air yang mengalir ke hilir, termasuk kawasan Depok, Jakarta Selatan, hingga Jakarta Pusat.
Arti Status Katulampa Siaga 3
Status Katulampa siaga 3 menandakan kondisi waspada, di mana debit air Sungai Ciliwung mengalami peningkatan namun belum masuk kategori bahaya. Meski belum memicu peringatan banjir, status ini menjadi sinyal awal bagi warga di sepanjang aliran sungai untuk bersiap menghadapi potensi kenaikan air lanjutan apabila hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi terus terjadi.
Secara umum, status Bendung Katulampa dibagi sebagai berikut:
-
Siaga 4 (Normal): TMA di bawah 80 cm
-
Siaga 3 (Waspada): TMA sekitar 80–150 cm
-
Siaga 2 (Siaga): TMA 150–200 cm
-
Siaga 1 (Bahaya): TMA di atas 200 cm
Dengan posisi Katulampa siaga 3 hari ini, warga diminta tetap siaga namun tidak panik, sambil memantau perkembangan informasi resmi dari petugas bendung dan pemerintah daerah.
Imbauan untuk Warga Bantaran Ciliwung
Petugas Bendung Katulampa terus melakukan pemantauan debit air Sungai Ciliwung secara intensif. Masyarakat yang bermukim di sepanjang bantaran sungai, khususnya di wilayah Bogor, Depok, dan Jakarta, diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air.
Warga juga diminta memastikan saluran air di lingkungan sekitar tidak tersumbat, serta menyiapkan langkah antisipasi apabila hujan di wilayah hulu kembali meningkat. Pemerintah daerah dan petugas terkait juga disiagakan untuk merespons cepat jika terjadi perubahan status Bendung Katulampa dalam waktu dekat.
Warga Harus Siaga
Hujan seharian di kawasan Puncak membuat Bendung Katulampa naik ke status siaga 3 dengan tinggi muka air Sungai Ciliwung mencapai 90 sentimeter. Meski belum masuk kategori bahaya, kondisi ini menjadi peringatan dini bagi masyarakat di sepanjang aliran Ciliwung untuk meningkatkan kewaspadaan.
Petugas terus memantau perkembangan debit air seiring hujan yang masih berpotensi terjadi di wilayah hulu. Warga diimbau mengikuti informasi resmi agar dapat mengantisipasi dampak lanjutan jika kondisi cuaca memburuk. (ant/nsp)