news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Presiden RI Prabowo Subianto turut menandatangani piagam Dewan Perdamaian di samping Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, pada sela-sela acara World Economic Forum (WEF) 2026 di Congress Hall, Davos, Swiss, Kamis (22/1)..
Sumber :
  • Antara

Indonesia Resmi Gabung Dewan Perdamaian Gaza, PDIP Wanti-Wanti Hal Ini

Menurutnya, ada empat hal krusial yang perlu diantisipasi secara serius oleh pemerintah Indonesia.
Sabtu, 24 Januari 2026 - 10:40 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin menanggapi soal keputusan Presiden Prabowo Subianto yang bergabung ke Dewan Perdamaian Gaza.

Hasanuddin mengatakan bergabungnya Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza yang dibentuk Amerika Serikat (AS) memiliki risiko yang harus diantisipasi.

Menurutnya, ada empat hal krusial yang perlu diantisipasi secara serius oleh pemerintah Indonesia.

Pertama, Hasanuddin menilai keanggotaan Indonesia berpotensi dipersepsikan sebagai dukungan terhadap agenda politik AS di Timur Tengah.

“Persepsi tersebut dapat memengaruhi hubungan Indonesia dengan negara-negara lain di kawasan, khususnya yang memiliki pandangan berbeda terhadap konflik Gaza," ujar Hasanuddin, Sabtu (24/1/2026).

Kedua, politisi PDIP ini menyebut penempatan anggota TNI dalam misi tersebut membuat mereka berada di posisi rawan dan berisiko tinggi.

“Pasukan Indonesia berpotensi menjadi target kelompok yang menolak intervensi bentukan Amerika Serikat. Terlebih, Indonesia saat ini mengemban mandat sebagai Presiden Dewan HAM PBB,” jelasnya.

“Sehingga setiap insiden pelanggaran HAM dapat berdampak serius terhadap reputasi Indonesia di mata internasional,” lanjut TB.

Ketiga, dia khawatir keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza akan membebani keuangan negara.

Pasalnya, Presiden AS Donald Trump menetapkan kontribusi anggota minimal sebesar USD 1 miliar atau setara Rp16 triliun. 

“Pemerintah perlu menjelaskan secara transparan sumber pendanaan tersebut agar tidak membebani keuangan negara dan kesejahteraan rakyat,” ujar Hasanuddin.

Terakhit, Hasanuddin mengingatkan agar keputusan yang diambil Indonesia tidak boleh bertentangan dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam penyelesaian konflik Palestina-Israel.

“Jangan sampai niat baik untuk perdamaian justru menimbulkan risiko politik, keamanan, dan ekonomi bagi bangsa,” tandasnya. (saa)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:11
01:16
05:22
07:46
02:27
01:56

Viral