- Antara
Gubernur Jabar KDM Bela Warga Bekasi, Ultimatum Developer Perumahan yang Janji Manis Promo Anti Banjir
Bandung, tvOnenews.com - Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) membela warga Bekasi. Pasalnya, banyak laporan keluhan bahwa Bekasi dilanda banjir di mana-mana sejak beberapa hari lalu.
Ironisnya, mayoritas genangan banjir melanda Bekasi terletak di perumahan. KDM menyoroti para developer perumahan yang dahulu mempromosikan janji manis terhadap konsumennya.
"Kita tahu banjir yang melanda Bekasi paling banyak dialami oleh perumahan-perumahan yang dulu menjanjikan sebagai kawasan bebas banjir," ujar KDM dalam keterangan melalui unggahan Instagram pribadinya dikutip tvOnenews.com, Sabtu (24/1/2026).
KDM Soroti Developer Perumahan Menghilang
- Antara
KDM menyesali maraknya developer perumahan saat ini cuek terhadap permasalahan dialami warga. Bahkan banyak yang menghilang setelah perumahan terendam banjir.
Sementara, para warga terus mengeluhkan rumahnya dilanda banjir lebih dari satu meter. Mereka mengaku alasan membeli karena pernah dijanjikan bebas banjir.
"Paling prihatin adalah saat warga perumahan mengalami kebanjiran, developer yang dulu mempromosikan sebagai kawasan yang nyaman dan aman bagi warga tidak menemui para konsumen yang berteriak-teriak," jelasnya.
Ia melihat para pengembang atau developer perumahan tidak bertangung jawab. Ia mendesak mereka harus menepati janji perumahan bebas banjir kepada pembelinya.
Mantan Bupati Purwakarta ini menyayangkan para developer malah sibuk meminta izin pembangunan baru. Padahal cara terbaik menjaga kepercayaan konsumen adalah bertanggung jawab atas janjinya.
Bagi KDM, hal ini tidak hanya berlaku pada developer di Bekasi saja. Ia meminta seluruh pengembang perumahan di Jawa Barat, terutama di kawasan banjir turun tangan mencarikan solusi.
"Inilah cara menyelesaikan masalah. Untuk itu, saya mengajak para pengembang perumahan di Jawa Barat, daerah-daerah perumahan yang dibangun hari ini dilanda banjir, sebaiknya turun," pesan dia sambil tegas.
Ia menyampaikan, Pemprov Jawa Barat sangat terbuka bagi developer yang bertanggung jawab. Pemerintah akan bantu mencari solusi bersama-sama.
"Jangan segala sesuatu dibebankan semuanya kepada pemerintah. Bagaimanapun, ketika mengembangkan perumahan, pasti dulu mendapatkan keuntungan," tegasnya.
Pemprov Jawa Barat Tindak Tegas Developer Perumahan yang Cuek Masalah Banjir
- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
Lebih lanjut, pria berusia 54 tahun ini mengultimatum para developer perumahan yang tetap cuek dan menghilang. Jika tidak ada solusi, Pemprov Jawa Barat akan melakukan penindakan tegas.
"Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan bersikap tegas pada seluruh pengembang yang tidak memiliki tanggung jawab terhadap proyek-proyek yang dibangunnya," katanya.
"Yang kemudian mendapat pasar relatif baik dengan janji kawasannya nyaman, kawasan bebas banjir, dan sejenisnya. Tapi faktanya, tidak memberikan sesuai dengan kenyataannya," sambungnya.
Dalam kesempatan itu, Dedi kembali membahas rencana penghentian pembangunan perumahan. Terutama developer yang ingin mengembangkan di Jawa Barat.
Kondisi daerah di Jawa Barat, sedang tidak bersahabat untuk pembangunan perumahan. Ia pun enggan mengizinkan karena pemerintah sedang fokus alih fungsi lahan di Jawa Barat.
"Itulah cara menyelesaikan seluruh problem carut-marut tata ruang pembangunan di Jawa Barat," ucapnya.
Selain itu, kata dia, Pemprov Jawa Barat sedang menormalisasi dan pelebaran sungai. Bahkan pemerintah juga bakal membongkar bangunan berada di bantaran sungai.
"Sedang berproses dan selanjutnya para bupati dan wali kota melakukan tindakan yang sama dengan mengubah tata ruang. Dengan tidak lagi membuka area-area yang peruntukkan kawasan perkebunan, kawasan hutan, kawasan persawahan, kawasan rawa, bantaran sungai dijadikan area permukiman warga," paparnya.
Lanjut Dedi, untuk mengatasi banjir ke depannya, Gubernur Jabar itu memberikan usulan kepada para warga berada di daerah padat penduduk, antara lain Bekasi, Bandung Raya, Bogor, hingga Depok.
Ia menyarankan pembangunan perumahan vertikal lebih digencarkan ketimbang rumah tapak. Ia melihat bangunan apartemen dinilai lebih tepat, aman, dan nyaman untuk terhindar dari masalah banjir di Jawa Barat.
"Itu satu-satunya jalan untuk membebaskan masyarakat dari hantu banjir yang datang dalam setiap waktu," tukasnya.
(hap)