- Antara
Menyerahkan Diri atau Diburu, Polisi Kantongi Identitas Pelaku Pembacokan Brutal Pemuda di Cianjur
Jakarta, tvOnenews.com - Jajaran Polres Cianjur, Jawa Barat, memberikan peringatan keras kepada komplotan pelaku pembacokan terhadap Lucky Irawan (21).
Pihak kepolisian menegaskan telah mengantongi identitas lengkap para pelaku yang kini tengah dalam pengejaran intensif.
Kapolres Cianjur, AKBP Alexander Yurihko Hadi, mengungkapkan bahwa tim penyidik dari Polres Cianjur bersama Polsek Sukaluyu telah melakukan pengembangan kasus kekerasan jalanan ini.
Pelaku diduga kuat merupakan anggota gerombolan bermotor yang meresahkan warga.
"Kami sudah mengantongi nama para pelaku, saat ini anggota disebar guna melakukan penangkapan untuk mengetahui motif dari penyerangan terhadap korban yang mengalami luka parah di sejumlah anggota tubuhnya," tegas AKBP Alexander Yurihko Hadi di Cianjur, Minggu (25/1/2026).
Kapolres juga memberikan ultimatum kepada para pelaku untuk segera mempertanggungjawabkan perbuatannya. Polisi memastikan tidak akan berhenti melakukan pengejaran hingga semua pelaku tertangkap.
"Kami akan mengungkap motif dari pelaku yang jumlahnya lebih dari dua orang, lebih baik menyerahkan diri atau terus diburu petugas sampai tertangkap," katanya.
Tragedi ini menimpa Lucky Irawan, warga Desa Selajambe, Kecamatan Sukaluyu. Akibat serangan senjata tajam tersebut, korban menderita luka-luka mengerikan di beberapa bagian tubuhnya dan harus dilarikan ke RSUD Sayang Cianjur.
Kapolsek Sukaluyu, AKP Akhmad Tri Lesmana, merinci bahwa kondisi korban cukup kritis saat dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis.
"Kami sudah mendapat laporan dari keluarga korban, saat ini kami mengembangkan kasusnya termasuk memburu para pelaku yang diperkirakan lebih dari dua orang," ujar AKP Akhmad Tri Lesmana.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, korban mengalami luka robek serius di bagian pinggang, perut, hingga pergelangan tangan.
Hingga kini, penyidik masih menggali keterangan dari sejumlah saksi dan juga menunggu kondisi korban stabil untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Polisi tengah mendalami apakah aksi kekerasan ini direncanakan karena adanya perselisihan sebelumnya atau merupakan aksi kekerasan jalanan yang menyasar korban secara acak.
"Kami masih meminta keterangan saksi lainnya termasuk korban guna mengungkap motifnya apakah target acak atau ada perselisihan sebelumnya sehingga memicu kejadian," ujarnya. (ant/dpi)