- Istimewa
Tersesat di Lokasi Banjir Bandang Agam, Tujuh Pemuda Berhasil Dievakuasi Tim SAR dalam Kondisi Selamat
Meski tidak mengalami luka serius, para korban dilaporkan mengalami kelelahan akibat berjalan cukup jauh di medan hutan dan menunggu bantuan dalam waktu yang cukup lama. Setelah dievakuasi, mereka mendapatkan pemeriksaan awal dari petugas sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan saat memasuki kawasan alam terbuka, terutama wilayah yang sebelumnya terdampak bencana seperti banjir bandang. Kondisi medan yang berubah, rusaknya jalur, serta minimnya penanda arah dapat meningkatkan risiko tersesat, khususnya bagi warga yang tidak familiar dengan rute baru pascabencana.
Pihak Basarnas mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas sendirian di kawasan hutan atau daerah rawan bencana tanpa persiapan yang memadai. Masyarakat juga diingatkan untuk membawa perlengkapan komunikasi, logistik darurat, serta memberitahukan tujuan dan waktu kembali kepada keluarga atau aparat setempat.
Operasi penyelamatan yang melibatkan berbagai unsur ini pun mendapat apresiasi dari warga setempat. Kolaborasi antara Basarnas, TNI, Polri, PMI, dan masyarakat dinilai efektif dalam mempercepat proses pencarian dan memastikan keselamatan korban.
Dengan ditemukannya seluruh korban dalam kondisi selamat, operasi SAR resmi dihentikan. Ketujuh pemuda tersebut kini telah kembali ke rumah masing-masing dan menjalani pemulihan setelah mengalami kelelahan akibat insiden tersebut.
Kejadian ini menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah dan masyarakat sekitar untuk terus meningkatkan kewaspadaan, khususnya di kawasan hulu sungai dan daerah bekas bencana, guna mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari. (ant/nsp)