- Istockphoto
BMKG: Selasa Ini Mayoritas Wilayah Indonesia Berawan hingga Hujan, Waspadai Petir dan Angin Kencang
Jakarta, tvOnenews.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami kondisi berawan hingga hujan ringan pada Selasa (27/1). Meski demikian, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang di sejumlah kota besar.
Prakirawan BMKG Adelia menjelaskan, kondisi cuaca tersebut dipengaruhi oleh adanya daerah konvergensi dan konfluensi angin yang memanjang di berbagai wilayah. Fenomena ini meningkatkan peluang pertumbuhan awan hujan di sepanjang lintasan angin tersebut.
“Daerah konvergensi terpantau memanjang di Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Jambi hingga Lampung, Banten hingga Jawa Timur, Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Selatan, serta Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan,” jelasnya dalam keterangan resmi BMKG.
Dengan kondisi tersebut, sejumlah kota besar diprakirakan berpotensi mengalami hujan sedang hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang. Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan antara lain:
-
Jakarta
-
Serang
-
Surabaya
-
Tanjung Selor
-
Kupang
-
Merauke
Selain itu, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diperkirakan terjadi di berbagai kota besar lainnya, di antaranya:
-
Bengkulu
-
Pangkal Pinang
-
Bandar Lampung
-
Semarang
-
Bandung
-
Yogyakarta
-
Palangkaraya
-
Banjarmasin
-
Samarinda
-
Denpasar
-
Mataram
-
Makassar
-
Kendari
-
Mamuju
-
Palu
-
Manokwari
-
Jayapura
-
Nabire
-
Jayawijaya
Sementara itu, beberapa wilayah diprakirakan hanya mengalami kondisi berawan sepanjang hari, seperti:
-
Banda Aceh
-
Medan
-
Pekanbaru
-
Tanjung Pinang
-
Jambi
-
Palembang
-
Pontianak
-
Gorontalo
-
Manado
-
Ternate
-
Ambon
-
Sorong
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya di wilayah yang diprakirakan mengalami hujan lebat disertai kilat dan angin kencang. Kondisi tersebut berisiko menimbulkan genangan, pohon tumbang, hingga gangguan transportasi darat, laut, dan udara.
Sebelumnya, BMKG juga melaporkan bahwa angin kencang dengan kecepatan hingga 37 kilometer per jam masih dirasakan di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). Fenomena tersebut merupakan dampak lanjutan dari eks Siklon Tropis Luana yang sebelumnya memengaruhi pola angin di kawasan Indonesia.
Ketua Kelompok Kerja Observasi, Data, dan Informasi Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid BMKG NTB, Ari Wibianto, menjelaskan bahwa meski kekuatan sistem siklon telah melemah, sisa pengaruhnya masih cukup signifikan dalam memicu hembusan angin kencang di wilayah NTB.
Selain eks siklon tersebut, gangguan siklonik di lapisan angin atas juga terdeteksi akibat munculnya pusat tekanan rendah baru di wilayah timur Australia. Sirkulasi angin dari sistem ini dinilai masih cukup kuat untuk memengaruhi cuaca di Indonesia bagian tengah dan timur, meskipun tidak sebesar dampak bibit Siklon Tropis 97S yang sebelumnya terjadi.
BMKG pun mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG, terutama bagi warga di wilayah pesisir, pegunungan, dan daerah rawan bencana hidrometeorologi. Kewaspadaan dan kesiapsiagaan dinilai penting guna meminimalkan risiko dampak cuaca ekstrem terhadap aktivitas sehari-hari.
Dengan dinamika atmosfer yang masih aktif, BMKG menegaskan bahwa perubahan cuaca dapat terjadi secara cepat, sehingga masyarakat diimbau menyesuaikan rencana perjalanan dan aktivitas luar ruang sesuai kondisi cuaca setempat. (ant/nsp)