- Dok. Bank Indonesia
Profil Juda Agung, Eks Deputi Gubernur BI yang Kini Dijagokan Jadi Wakil Menteri Keuangan
Jakarta, tvOnenews.com – Nama Juda Agung mencuat sebagai kandidat terkuat untuk mengisi posisi Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) yang hingga kini masih kosong. Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa menyebut mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) tersebut sebagai salah satu calon serius, menyusul kekosongan jabatan setelah rotasi di jajaran otoritas moneter dan fiskal.
“Kelihatannya (Juda Agung). Kan saya sudah ketemu dengan beliau, dan kelihatannya sih salah satu calon yang kuat ya,” ujar Purbaya usai menghadiri Indonesia Fiscal Forum (IFF) 2026 di Jakarta, Selasa (27/1).
Purbaya juga memperkirakan pelantikan Wakil Menteri Keuangan akan dilakukan pada Februari 2026. Meski demikian, ia belum memastikan pembagian tugas Wamenkeu ke depan. Namun, Menkeu memastikan sektor strategis penerimaan negara seperti pajak dan bea cukai tetap akan ia tangani langsung.
Kabar menguatnya peluang Juda Agung menjadi Wamenkeu muncul setelah dirinya resmi mengundurkan diri dari jabatan Deputi Gubernur Bank Indonesia sejak 13 Januari 2026. Pengunduran diri tersebut telah dikonfirmasi oleh BI melalui Kepala Departemen Komunikasi Ramdan Denny Prakoso. Posisi yang ditinggalkan Juda kini telah diisi oleh mantan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, berdasarkan hasil rapat musyawarah Komisi XI DPR RI.
Profil Singkat Juda Agung
Juda Agung lahir di Pontianak pada 1964. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di bidang Teknologi Pertanian di Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 1987. Setelah itu, ia melanjutkan studi ke University of Birmingham, Inggris, dan meraih gelar Master of Science di bidang Money, Banking and Finance pada 1995, serta gelar doktor (PhD) di bidang Economics pada 1999.
Latar belakang akademik tersebut menjadi fondasi kuat dalam perjalanan kariernya di bidang ekonomi makro, moneter, dan stabilitas sistem keuangan, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Jejak Karier di Bank Indonesia dan IMF
Sebelum menjabat sebagai Deputi Gubernur BI, Juda Agung mengemban posisi Asisten Gubernur yang membawahi Stabilitas Sistem Keuangan dan Kebijakan Makroprudensial pada periode 2020–2022. Dalam peran ini, ia terlibat langsung dalam perumusan kebijakan penguatan sektor keuangan, khususnya di tengah tantangan pemulihan ekonomi pascapandemi.
Lebih sebelumnya, Juda pernah menjadi Direktur Eksekutif International Monetary Fund (IMF) di Washington DC pada periode 2017–2019. Penugasan tersebut memberinya pengalaman global dalam pengelolaan stabilitas keuangan internasional dan koordinasi kebijakan lintas negara.
Juda resmi diangkat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia melalui Keputusan Presiden RI Nomor 147/P Tahun 2021 tertanggal 24 Desember 2021 dan dilantik pada 6 Januari 2022, dengan masa jabatan hingga 2027. Namun, ia memilih mengundurkan diri lebih awal, membuka ruang spekulasi mengenai penugasan strategis baru di pemerintahan, termasuk di Kementerian Keuangan.
Harta Kekayaan Juda Agung
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periodik tahun pelaporan 2024 yang disampaikan pada 10 Maret 2025, Juda Agung tercatat memiliki total kekayaan sebesar Rp56,08 miliar.
Rincian harta kekayaan Juda Agung antara lain:
-
Tanah dan bangunan: Rp21,52 miliar
-
Alat transportasi dan mesin: Rp2,02 miliar
-
Surat berharga: Rp22,31 miliar
-
Kas dan setara kas: Rp11,88 miliar
-
Total utang: Rp1,65 miliar
Setelah dikurangi utang, nilai bersih kekayaan Juda Agung mencapai Rp56.084.744.920.
Menguat Jadi Kandidat Wamenkeu
Dengan rekam jejak panjang di Bank Indonesia, IMF, serta penguasaan isu makroekonomi dan stabilitas keuangan, Juda Agung dinilai memiliki modal kuat untuk mengisi posisi Wakil Menteri Keuangan. Apalagi, kekosongan jabatan tersebut muncul di tengah upaya pemerintah memperkuat koordinasi fiskal dan moneter guna menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Masuknya Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI semakin memperkuat sinyal adanya rotasi strategis antara otoritas moneter dan fiskal. Kini, publik menanti keputusan resmi pemerintah terkait siapa yang akan dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan, dengan nama Juda Agung berada di jajaran terdepan kandidat terkuat. (nsp)