- Aldi Herlanda/tvOnenews.com
Januari Kelam, Dua Kali Kecelakaan Pesawat dalam Waktu Dekat, Apa Saja yang Terjadi?
Jakarta, tvOnenews.com - Januari 2026 sebentar lagi baru akan berakhir, namun Indonesia sudah mengalami dua kali kecelakaan pesawat.
Kecelakaan pertama di Januari 2026 yakni yang terjadi pada pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport, Sabtu (17/1/2026) lalu.
Tak sampai dua pekan kemudian, dilaporkan terjadi kecelakaan menimpa Pesawat Smart Air jenis Cessna 208 Caravan, pada Selasa (27/1/2026).
Lantas, apa saja yang terjadi di dua insiden memilukan tersebut?
Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Milik IAT
- Antara
Pesawat IAT jenis ATR 42-500 dilaporkan membawa 10 orang, yang terdiri dari tujuh kru pesawat dan tiga penumpang.
Pada Sabtu (17/1/2026) dilaporkan bahwa pesawat itu hilang kontak sekitar waktu siang hari.
Adapun pesawat milik IAT itu terbang dari Yogyakarta menuju Makassar.
Keesokan harinya, terungkap bahwa terjadi kecelakaan sehingga pesawat itu jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Pangkep Sulawesi Selatan.
Pencarian korban berlangsung hampir satu pekan hingga akhirnya ditemukan satu per satu oleh tim SAR. Saat ini, seluruh korban sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
”Pada pukul 09.16 WITA, Alhamdulillah korban (ke-10) ditemukan, paket ke-10 sudah ditemukan dan saat ini sementara proses evakuasi,” kata Kepala Seksi Operasi dan Siaga (Kasiops) Kantor SAR Kelas A Makassar, Andi Sultan.
Tim SAR gabungan juga telah mendapatkan kotak hitam atau black box dari kendaraan tersebut.
Adapun menurut laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), saat melintas, kondisi sekitar Gunung Bulusaraung dalam keadaan cuaca buruk.
Meski demikian, BMKG tidak bisa menyimpulkan apakah kecelakaan pesawat itu terjadi karena cuaca buruk.
Saat ini, penyebab insiden yang menewaskan 10 orang itu masih didalami oleh para ahli.
Kecelakaan Pesawat Smart Air
- Basarnas
Baru saja pada Selasa (27/1/2026) dilaporkan bahwa pesawat jenis Cessna 208 Caravan milik PT Smart Cakrawala Aviation mengalami pendaratan darurat di dekat Bandara Nabire, Papua Tengah.
Beruntung 13 orang di dalamnya dilaporkan dalam kondisi selamat dan langsung dibawa ke RSUD Nabire untuk diperiksa.
"Sesaat setelah mengalami insiden, seluruh penumpang dan crew langsung dibawa ke RSUD Nabire untuk dilakukan pemeriksaan," kata Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu.
Berdasarkan dugaan sementara, insiden itu terjadi karena pesawat mengalami gagal take off dari Nabire menuju Kaimana.
Basarnas mengungkapkan, pilot sempat mencoba prosedur Return to Base (RTB) atau kembali ke bandara asal.
Namun, mesin yang tidak memungkinkan membuat pilot terpaksa mengambil keputusan untuk mendarat darurat.
Beruntung prosesnya berjalan lancar hingga seluruh penumpang berhasil dievakuasi. (iwh)