news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menlu RI Sugiono.
Sumber :
  • tvOnenews/Abdul Gani Siregar

Menlu Tegaskan Kompas RI di Board of Peace: Bukan Jamin Keamanan Israel, Tapi Two State Solution

Menlu Sugiono menegaskan keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) tidak dimaksudkan untuk menjamin keamanan Israel, melainkan tetap berpijak pada komitmen utama Indonesia terhadap solusi dua negara (two state solution) dan kemerdekaan Palestina.
Rabu, 28 Januari 2026 - 10:14 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono, menegaskan keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) tidak dimaksudkan untuk menjamin keamanan Israel, melainkan tetap berpijak pada komitmen utama Indonesia terhadap solusi dua negara (two state solution) dan kemerdekaan Palestina.

Penegasan itu disampaikan Sugiono usai rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Gedung Nusantara II, DPR RI, Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026), merespons pertanyaan publik terkait komposisi BoP yang tidak melibatkan Palestina, namun diikuti Israel dan Amerika Serikat.

Sugiono menjelaskan, sejak awal pembentukan Board of Peace memang didorong oleh negara-negara yang tergabung dalam Group of New York, yang secara khusus meminta keterlibatan Amerika Serikat.

“Dari awal Board of Peace itu didirikan atas permintaan negara-negara yang tergabung di dalam Group of New York untuk melibatkan Amerika Serikat. Dan ini merupakan satu langkah yang konkret, yang menurut kita real, untuk bisa dilakukan,” ujar Sugiono, dikutip Rabu (28/1/2026).

Menurutnya, posisi Indonesia justru difokuskan untuk memastikan agar forum tersebut tidak keluar dari mandat utamanya, yakni mendorong perdamaian di Gaza dan Palestina.

“Posisi Indonesia dan negara-negara lain adalah untuk memastikan bahwa Board of Peace ini tetap berjalan pada tujuan utamanya. Karena Board of Peace ini sendiri lahir dari upaya untuk menciptakan perdamaian di Gaza yang Palestina,” tegasnya.

Menjawab langsung pertanyaan apakah keikutsertaan Indonesia di BoP berarti menjamin keamanan Israel, Sugiono menampik anggapan tersebut. Ia menegaskan arah kebijakan luar negeri Indonesia tidak berubah.

“Tentu saja arah kompas kita tetap Two State Solution,” kata Sugiono.

Ia mengakui konflik Palestina-Israel telah berlangsung puluhan tahun dan tidak mungkin diselesaikan secara instan. Karena itu, menurutnya, ada langkah-langkah taktis yang perlu ditempuh dalam proses diplomasi.

“Konflik ini terjadinya sudah lama, puluhan tahun. Oleh karena itu pasti ada langkah-langkah yang sifatnya taktis yang harus kita lakukan,” ujarnya.

Meski demikian, Sugiono menegaskan substansi sikap Indonesia tetap konsisten.

“Tapi tetap intinya adalah Indonesia menginginkan kemerdekaan dan kedaulatan Palestina,” pungkasnya. (agr/ree)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:32
08:21
00:59
01:54
03:44
03:26

Viral