- Antara
Update Longsor Cisarua: 41 Jenazah Berhasil Diidentifikasi, Mayoritas Warga Pasirlangu
Jakarta, tvOnenews.com – Proses identifikasi korban longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, terus menunjukkan perkembangan. Hingga Kamis (29/1/2026), tim SAR gabungan bersama Disaster Victim Identification (DVI) Polri telah berhasil mengidentifikasi puluhan jenazah yang ditemukan selama operasi pencarian berlangsung.
Berdasarkan laporan terbaru, total terdapat 41 kantong jenazah yang telah melalui proses identifikasi. Dari jumlah tersebut, dua kantong jenazah diketahui berasal dari satu korban, sehingga keseluruhan data merujuk pada 40 identitas korban longsor Cisarua.
Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian mengatakan, bahwa dari data 41 kantong jenazah tersebut, 2 kantong di antaranya merupakan 1 identitas jenazah hasil dalam operasi pencarian hingga pagi hari ini.
“Hasil identifikasi hingga pagi ini berdasarkan data terbaru pada pukul 22.00 WIB, terdapat 41 kantong jenazah yang dua diantaranya merupakan satu jiwa,” katanya, Kamis (29/1/2026).
Ia menjelaskan korban yang teridentifikasi berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia. Beberapa korban diketahui merupakan anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI), sementara mayoritas lainnya adalah warga Desa Pasirlangu dan wilayah sekitarnya yang terdampak langsung bencana.
"Identifikasi dilakukan melalui berbagai metode, mulai dari sidik jari, data e-KTP, pemeriksaan gigi, properti, hingga data medis dan administrasi," tambahnya.
Ade menambahkan bahwa sebagian besar korban yang berhasil diidentifikasi merupakan warga Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, yang berasal dari sejumlah kampung. Di antaranya Kampung Pasir Kuning (Sunarya, Delisa), Kampung Nyalindung (Jajang Taryana, Susi Rahayu), serta Kampung Babakan (Nining, Ai Sumarni, Koswara, Andar, Tini, Karmita, Komarudin, Baran Permana, Elis Aning, serta Komarawati alias Engkom).
Selain itu, korban juga berasal dari Kampung Pasirkuda, yakni Dadang, Nurhayati, Ayu Yuniarti, Deni Suparman, Andri, Cicah Mulyani, Passa Widia Putri, dan Pipin Koswandi. Sementara dari Kampung Baru tercatat nama Lina Lismayanti sebagai salah satu korban yang telah teridentifikasi.
Tak hanya warga setempat, tim DVI turut mengidentifikasi korban dari luar Desa Pasirlangu, yaitu Muhammad Kori asal Lampung Timur, Sidiq Harianto dari Pesawaran, Lampung, serta Andre Nicky Olga Suwita asal Jakarta Selatan. Ketiganya berhasil diidentifikasi melalui metode sidik jari.
Adapun korban anak-anak yang telah berhasil diidentifikasi meliputi Keyla, Passa Widia Putri dari Kampung Pasirkuda, Delisa dari Kampung Pasir Kuning, Adri Firmansyah, serta Reza Subagja.
Ade menegaskan bahwa tim SAR gabungan bersama DVI Polri masih terus melanjutkan proses pencarian dan identifikasi korban lainnya. Meski menghadapi medan yang berat serta kondisi cuaca yang kerap berubah, upaya evakuasi dan identifikasi tetap dilakukan secara maksimal. (nba)