- Antara
Bukan Longsor Susulan, Tim SAR Ungkap Penyebab Tanah di Cisarua Terlihat Bergerak
Jakarta, tvOnenews.com - Tim Search and Rescue (SAR) gabungan memberikan klarifikasi terkait rekaman video yang viral di media sosial mengenai dugaan adanya pergerakan tanah baru di wilayah Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Pihak berwenang memastikan bahwa fenomena tersebut bukanlah longsor susulan.
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian, menjelaskan bahwa visual dalam video tersebut sebenarnya dipicu oleh kondisi tanah yang sudah sangat jenuh akibat paparan hujan deras selama beberapa hari terakhir, bukan karena adanya pergeseran lempengan tanah baru.
“Dari hasil asesmen tim safety dan geologi, saat ini belum ditemukan pergerakan tanah yang signifikan, namun potensi pergeseran tetap diwaspadai,” ujar Ade di Bandung, Kamis (29/1).
Menurut Ade, area pencarian korban longsor di Pasirlangu memang memiliki karakteristik struktur tanah yang labil.
Ketika air hujan meresap hingga ke lapisan dalam, hal itu menciptakan perubahan tampilan pada permukaan tanah yang bisa mengecoh mata hingga seolah-olah terlihat bergeser.
“Hal tersebut bukan pergerakan tanah, tetapi kondisi tanah yang jenuh air sehingga terlihat seperti bergerak,” tegas Ade.
Dalam menjalankan tugasnya, Tim SAR gabungan tetap menempatkan keselamatan personel sebagai prioritas paling utama.
Pemantauan rutin terus dilakukan dengan melibatkan tim keselamatan dan ahli geologi guna memastikan kondisi medan tetap aman untuk proses evakuasi.
Hingga saat ini, sebanyak 17 unit alat berat telah dioperasikan di lokasi bencana.
Penggunaan alat berat tersebut difokuskan pada sektor A1 dan A2, serta mulai menyisir ke area sektor A3 untuk mempercepat pencarian korban yang masih hilang.
Terkait kelanjutan operasi, Ade menyampaikan bahwa masa pencarian akan memasuki hari ketujuh pada Jumat (30/1).
Keputusan mengenai masa perpanjangan waktu pencarian akan ditentukan berdasarkan hasil tinjauan akhir di lapangan besok.
“Besok adalah hari ketujuh. Kami akan melakukan evaluasi untuk menentukan apakah operasi SAR akan diperpanjang, serta sektor mana yang menjadi fokus lanjutan pencarian,” ujarnya. (ant/dpi)