- Baztel
Cara Memaksimalkan Perjalanan Umrah dan Tren Baru Jemaah Indonesia
Jakarta, tvOnenews.com - Tren Umrah di Indonesia kini didominasi generasi milenial berusia 25-40 tahun yang menjadikannya ibadah rutin, bukan lagi sekali seumur hidup.
Memasuki 2026, Umrah diprediksi menjadi segmen perjalanan internasional utama.
Pertumbuhan ini didorong oleh harga paket yang kompetitif, perbaikan infrastruktur di Arab Saudi, serta meningkatnya kesadaran spiritual di kalangan usia produktif.
Makna Spiritual Umrah bagi Muslim Indonesia
Bagi Muslim Indonesia, Umrah adalah momen "reset" spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah sekaligus melepas penat dari rutinitas duniawi.
Selain sebagai persiapan Haji, ibadah ini diminati karena manfaat psikologisnya dalam menata ulang prioritas hidup serta memperbarui rasa syukur dan kerendahan hati.
Revolusi Infrastruktur Arab Saudi melalui Vision 2030
Berkat program Vision 2030 Arab Saudi, pengalaman Umrah 2026 kini jauh lebih nyaman dan efisien.
Kehadiran Kereta Cepat Haramain memangkas waktu tempuh Makkah-Madinah secara signifikan.
Selain itu, akomodasi kini lebih ramah jemaah Indonesia dengan layanan menu lokal dan staf multibahasa, didukung fasilitas modern seperti sistem pendingin luar ruang dan museum sejarah yang edukatif.
Tips Persiapan Penting bagi Jemaah Umrah Indonesia:
1. Amankan Akses Raudhah Lewat Platform Digital
Aplikasi Nusuk kini menjadi bagian penting dari perjalanan Umrah modern.
Melalui platform resmi ini, jemaah dapat mengatur jadwal kunjungan ke Raudhah; area mulia di antara mimbar dan makam Rasulullah SAW di Madinah.
Pemesanan lebih awal membantu menghindari antrean panjang dan memastikan waktu kunjungan sesuai rencana.
2. Pilih Itinerary Sesuai Kondisi Fisik
Agen perjalanan di Indonesia kini menawarkan paket Umrah dengan berbagai tingkat aktivitas.
Jemaah lansia atau dengan keterbatasan mobilitas sebaiknya memilih paket dengan jarak tempuh pendek, waktu istirahat lebih banyak, serta hotel yang sangat dekat dengan masjid.
Sementara itu, jemaah muda dapat memilih paket dengan tambahan wisata religi dan budaya.
3. Siap Menghadapi Sistem Pembayaran Non-Tunai
Arab Saudi semakin mengarah ke sistem pembayaran digital.
Kartu kredit internasional dengan chip sudah diterima luas, dan banyak merchant justru lebih mengutamakan transaksi non-tunai.
Jemaah disarankan memberi notifikasi ke bank sebelum bepergian dan mengaktifkan aplikasi pembayaran digital yang bisa digunakan di luar negeri.