news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis.
Sumber :
  • Tangkapan layar

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan anak SD kelas IV di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Rabu, 4 Februari 2026 - 08:22 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Fakta-fakta memilukan anak SD kelas IV di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. 

Disclaimer, Peringatan (trigger warning): Artikel ini mengandung konten kekerasan eksplisit yang dapat memicu kondisi emosi dan mental pembaca. Kami menyarankan Anda tidak meneruskan membacanya jika mengalami kecemasan dan mempertimbangkan untuk meminta bantuan profesional.

1. Awal Mula Kejadian hingga Ditemukannya Sepucuk Surat

Kejadian memilukan ini bermula dari anak berinisial YBR ditemukan tewas gantung diri di pohon cengkeh pada Kamis (29/1/2026). 

Saat ditemukan, terdapat sepucuk surat yang berisikan pesan-pesan terakhir YBR sebelum mengakhiri hidupnya. 

Surat itu ditemukan polisi saat mengevakuasi YBR dari tempat tersebut.  

Surat tersebut ditulis YBR menggunakan bahasa ibunya. Apabila diterjemahkan ke bahasa Indonesia, berikut adalah isi surat YBR: 

Surat buat Mama
Mama saya pergi dulu
Mama relakan saya pergi
Jangan menangis ya Mama
Tidak perlu Mama menangis atau mencari saya
Selamat tinggal Mama

Tak hanya isi tulisan yang memilukan, di secarik kertas itu juga ada gambar anak laki-laki yang diduga dirinya. Namun, anak itu digambarkan sedang menitikan air mata. 

Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Ngada Ipda Benediktus R. Pissort pun membenarkan surat “wasiat” itu ditulis sendiri oleh korban.

2. YBR Tinggal Bersama Neneknya

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kelas IV anak SD itu tinggal bersama neneknya.

Ibu atau mamanya diketahui merupakan orang tua tunggal. Ibu YBR bekerja sebagai petani dan kadang-kadang menjadi pekerja serabutan. 

Karena orang tua tunggal, YBR mengurusi dan menghidupi lima orang anaknya termasuk korban yang dinyatakan telah meninggal dunia.

3. Pemicunya Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu

Pemicu YBR memilih mengakhiri hidupnya diungkap Kepala Desa Naruwolo Dion Roa. Dion mengatakan YBR sempat meminta uang kepada ibunya untuk dibelikan buku dan pena pada malam sebelum kejadian.

Akan tetapi, permintaan YBR belum bisa dipenuhi karena kondisi finansial yang sulit.

"Menurut pengakuan ibunya, permintaan itu korban minta (uang untuk beli buku tulis dan pulpen) sebelum meninggal," katanya, Selasa (3/2/2026).

4. Menteri Sosial Soroti Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyebut kasus yang dialami YBR menjadi perhatian pemerintah.

"Kami prihatin, turut berduka. Tentu ini menjadi perhatian, menjadi atensi kita bersama, tentu bersama pemerintah daerah. Kita harus memperkuat pendampingan, kita harus memperkuat data kita. Ya kita harapkan tidak ada (keluarga miskin dan miskin ekstrem) yang tidak terdata," kata Mensos, Selasa (3/2/2026). 

Dia menekankan pentingnya membangun basis data agar menjangkau seluruh keluarga di Indonesia termasuk keluarga yang berada di kategori miskin ekstrem dan kategori miskin. (nsi)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:38
08:11
03:01
01:30
04:46
05:55

Viral