news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Ramadhan.
Sumber :
  • Pexels/Thirdman

Berapa Hari Lagi Puasa 2026? Ini Prediksi Awal Ramadan 1447 H dan Potensi Perbedaannya

Berapa hari lagi puasa 2026? Simak prediksi awal Ramadan 1447 H, perbedaan metode penentuan hilal, dan jadwal resmi pemerintah Indonesia.
Minggu, 8 Februari 2026 - 08:13 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Masyarakat mulai ramai mencari informasi berapa hari lagi puasa menjelang datangnya Ramadan 1447 Hijriah atau puasa 2026. Pencarian ini meningkat seiring mendekatnya bulan suci dan munculnya prediksi bahwa awal Ramadan tahun ini berpotensi tidak seragam.

Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkirakan awal puasa 2026 bisa jatuh pada dua tanggal berbeda, yakni 18 atau 19 Februari 2026. Perbedaan ini bukan disebabkan data astronomi yang bertolak belakang, melainkan perbedaan pendekatan dalam menentukan posisi hilal yang digunakan pemerintah, organisasi keagamaan, dan kalangan peneliti.

Bagi masyarakat yang bertanya berapa hari lagi puasa, kepastian tanggal awal Ramadan menjadi penting, terutama untuk persiapan ibadah, aktivitas kerja, hingga agenda mudik. Meski begitu, keputusan resmi tetap menunggu hasil sidang isbat Kementerian Agama RI.

Mengapa Awal Puasa 2026 Bisa Berbeda?

Koordinator Kelompok Riset Astronomi dan Observatorium Pusat Riset Antariksa BRIN, Prof. Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa potensi perbedaan awal Ramadan tahun ini bersumber dari penggunaan konsep hilal lokal dan hilal global.

“Perbedaannya bukan pada data astronomi, tetapi pada kriteria yang dipakai, apakah berbasis wilayah Indonesia atau berbasis global,” jelas Thomas.

Pendekatan hilal lokal mensyaratkan hilal harus terlihat di wilayah Indonesia. Sementara pendekatan hilal global menetapkan awal bulan jika hilal sudah memenuhi syarat di wilayah mana pun di dunia, asalkan konjungsi terjadi sebelum fajar di Selandia Baru.

Perbedaan pendekatan ini berdampak langsung pada jawaban atas pertanyaan berapa hari lagi puasa yang kini banyak dicari publik.

Jika Menggunakan Hilal Lokal

Berdasarkan perhitungan astronomi, pada magrib 17 Februari 2026 posisi bulan masih berada di bawah ufuk di seluruh wilayah Indonesia. Artinya, secara rukyat, hilal belum mungkin terlihat.

Jika memakai kriteria hilal lokal seperti yang digunakan pemerintah dan sebagian besar ormas Islam di Indonesia, maka 1 Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Dengan demikian, masyarakat yang bertanya berapa hari lagi puasa bisa menjadikan tanggal ini sebagai rujukan awal sementara, sambil menunggu keputusan resmi pemerintah.

Jika Menggunakan Hilal Global

Berbeda halnya dengan pendekatan hilal global. Menurut Thomas, pada 17 Februari 2026 posisi hilal sudah memenuhi kriteria di wilayah Alaska. Dengan asumsi konjungsi terjadi sebelum fajar di Selandia Baru, maka awal Ramadan bisa ditetapkan pada Rabu, 18 Februari 2026.

Jika skenario ini digunakan, maka jawaban atas pertanyaan berapa hari lagi puasa tentu menjadi lebih singkat karena puasa dimulai sehari lebih awal dibanding pendekatan lokal.

Pemerintah Tunggu Sidang Isbat

Penetapan resmi awal Ramadan di Indonesia tetap berada di tangan Kementerian Agama RI melalui sidang isbat. Pengamatan hilal dan sidang isbat dijadwalkan berlangsung pada 17 Februari 2026.

Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa saat matahari terbenam pada tanggal tersebut, posisi hilal masih berada di bawah ufuk di seluruh wilayah Indonesia. Ketinggian hilal tercatat berkisar antara minus 2,41 derajat di Jayapura hingga minus 0,93 derajat di Tua Pejat, Sumatera Barat.

Dengan kondisi tersebut, hilal diperkirakan belum bisa dirukyat. Jika merujuk pada kriteria ini, maka awal Ramadan kemungkinan besar jatuh pada 19 Februari 2026. Artinya, masyarakat yang bertanya berapa hari lagi puasa dapat memperkirakan puasa dimulai sekitar pertengahan Februari, sambil menunggu hasil sidang isbat.

Indonesia sendiri menggunakan kriteria imkanur rukyat yang disepakati negara anggota MABIMS, yakni:

  • Tinggi hilal minimal 3 derajat

  • Elongasi minimal 6,4 derajat

Pada 18 Februari 2026, posisi hilal diperkirakan sudah berada di atas horizon dengan ketinggian antara 7,62 hingga 10,03 derajat dan elongasi di atas 10 derajat, sehingga secara teori telah memenuhi syarat visibilitas.

Muhammadiyah Tetapkan 18 Februari 2026

Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan awal Ramadan 1447 H melalui maklumat resmi. Dengan menggunakan hisab hakiki dan acuan Kalender Hijriah Global Tunggal, Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Dengan keputusan ini, bagi warga Muhammadiyah, jawaban atas pertanyaan berapa hari lagi puasa sudah jelas, yakni menuju 18 Februari 2026.

NU Masih Menunggu Rukyat

Sementara itu, Nahdlatul Ulama (NU) belum mengumumkan keputusan resmi. NU masih menunggu hasil rukyatul hilal menjelang akhir bulan Syaban. Namun, berdasarkan kalender Almanak NU, awal Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, sejalan dengan pendekatan hilal lokal.

Dengan demikian, publik yang mencari berapa hari lagi puasa perlu memahami bahwa potensi perbedaan awal Ramadan 2026 cukup besar, yakni antara 18 dan 19 Februari. Pemerintah mengimbau masyarakat menunggu hasil sidang isbat sebagai keputusan resmi nasional, sembari saling menghormati perbedaan metode penentuan awal bulan hijriah. (nsp)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

07:08
01:30
03:26
01:09
03:47
02:01

Viral