- Antara
Mendadak Mundur, Daryono Lepas Jabatan Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Ajukan Pensiun Dini
Jakarta, tvOnenews.com - Kabar mengejutkan datang dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Sosok yang selama ini dikenal publik sebagai wajah analisis gempa dan tsunami nasional, Daryono, resmi mengundurkan diri dari jabatan Direktur Gempabumi dan Tsunami.
Pengumuman itu datang secara mendadak. Pada Jumat (13/2/2026) sore, Daryono masih aktif membagikan informasi kondisi awan Indonesia berdasarkan pemantauan Satelit Himawari milik BMKG. Namun hanya berselang beberapa jam, pada Jumat malam, ia mengumumkan telah mengajukan pengunduran diri dari jabatan struktural eselon II yang diembannya.
Dalam keterangannya kepada wartawan, Daryono menegaskan bahwa dirinya telah menyampaikan permohonan resmi kepada pimpinan BMKG. Ia juga meminta agar media tidak lagi mencantumkan atribusi jabatannya sebagai Direktur Gempabumi dan Tsunami dalam setiap pemberitaan.
“Saya telah mengajukan pengunduran diri dari jabatan Direktur Gempabumi dan Tsunami, sekaligus mengajukan pensiun dini dari BMKG,” ujarnya, Sabtu (14/2/2026).
Ajukan Pensiun Dini di Usia 54 Tahun
Daryono yang kini berusia 54 tahun sebenarnya belum memasuki batas usia maksimal jabatan struktural eselon II, yakni 60 tahun. Namun ia memilih mengajukan pensiun dini dan akan tetap berstatus sebagai pegawai BMKG hingga 1 Mei mendatang.
Ia menjelaskan bahwa keputusan tersebut juga berkaitan dengan kondisi kesehatannya. Saat ini, Daryono tengah menjalani perawatan akibat penyakit mata yang disebut distrofi kornea.
“Saya saat ini sedang sakit mata yang disebut distrofi kornea dan sedang dalam perawatan dan penanganan sehingga cuti dinas, kemudian lanjut pensiun dini,” jelasnya.
Kepala Bagian Humas BMKG, Taufan Maulana, membenarkan kabar tersebut. Menurutnya, Daryono telah memasuki masa purnabakti.
“Betul, beliau sudah memasuki purnabakti,” kata Taufan saat dikonfirmasi terpisah.
Sementara itu, dalam rilis resmi terbaru BMKG, jabatan Direktur Gempabumi dan Tsunami kini diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt), Rahmat Triyono, guna memastikan kesinambungan tugas dan fungsi di bidang mitigasi gempa serta peringatan dini tsunami.
Tetap Konsisten Edukasi Publik
Meski tak lagi menjabat sebagai direktur, Daryono memastikan komitmennya untuk tetap memberikan edukasi kepada masyarakat terkait gempa bumi dan tsunami.