- Antara
ART Perempuan yang Tampar Bocah di Bandung sampai Hidung Berdarah Diciduk Polisi, Menyesal di Kantor Polisi
Bandung, tvOnenews.com - Seorang asisten rumah tangga (ART) diduga melakukan penganiayaan terhadap anak majikan. Insiden itu terjadi di sebuah perumahan di kawasan Ujungberung, Kota Bandung, Senin (16/2/2026).
Kejadian tersebut terekam kamera CCTV. Hal ini membuat tindakan ART diduga menampar anak majikannya viral di media sosial.
Polisi melalui Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Anton bersama Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), serta jajaran Polsek Ujungberung berhasil meringkus terduga pelaku yang menampar seorang balita.
Ayah korban, Fikri Fauzi Makmur berterima kasih atas tindak cepat pihak Kepolisian meringkus terduga pelaku.
"Dari kasus yang telah terjadi, terduga pelaku sudah diamankan," ujar Fikri dalam keterangan resminya, Jumat (20/2/2026).
- Istimewa
Ia menyampaikan alasan dirinya menyambangi kantor Sat Reskrim Polrestabes Bandung. Ia menginginkan adanya efek jera diterima oleh terduga pelaku.
Ia menganggap hal itu tidak akan terjadi jika tak ada bantuan dan dukungan langsung dari publik.
"Saya datang ke sini untuk menyatakan sikap keluarga saya terkait dengan kasus yang terjadi kemarin. Seluruh empati yang disampaikan oleh para netizen dari masyarakat Indonesia khususnya di Kota Bandung," terangnya.
Ia mulanya tidak ingin melaporkan terduga pelaku. Namun, pihak polisi tetap menindaklanjuti dugaan penganiayaan tersebut.
Ia pun bertindak atas kasus dialami putranya. Hal tersebut menyebabkan ART langsung diringkus oleh pihak Kepolisian.
"Dari keresahan yang ada, saya sudah akomodir, dari mulai efek jera dan segala macam. Oleh karena itu, di sini saya ucapkan sekali lagi terima kasih banyak untuk seluruh empati dan doa-doa baik untuk keluarga kami
Karena terduga pelaku masih baru ditahan. Fikri selaku ayah dari balita itu menegaskan, dirinya tetap akan mengawal kasus dugaan penganiayaan ART kepada anaknya.
Sementara, Polrestabes Bandung menyampaikan pelaku telah diamankan dan diserahkan kepada Sat Reskrim Polrestabes Bandung. Nantinya, ART tersebut akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Diketahui, sebuah video CCTV viral di media sosial, yang memperlihatkan insiden pilu seorang bocah dianiaya ART. Hal itu terjadi setelah kedua orang tua korban berangkat kerja sekitar pukul 07.00 WIB.
Anak mereka pun tentu berada di tangan ART. Tak ayal, tugas ART melakukan pengawasan khususnya menjaga anak dari majikannya.
Saat kejadian berlangsung, berdasarkan keterangan dari keluarga, nenek dan uyut (buyut) korban tidak dalam satu ruangan yang sama. Mereka sedang berada di lantai 1.
Menurut informasi yang dikumpulkan, ART telah memiliki jadwal anak majikan agar sarapan pagi. Momen tersebut harus terjadi pada sekitar pukul 08.00 WIB.
Tanpa butuh waktu lama, isak tangis dari anak berdengung kencang dan suaranya semakin jelas dari lantai atas. Nenek korban pun mulai curiga karena tangisannya lebih keras lagi.
"Saya langsung menelepon orang tuanya dan meminta mereka untuk memeriksa rekaman CCTV," tutur nenek korban.
Orang tua korban tidak sempat kembali ke rumah. Namun orang tua korban langsung melihat CCTV melalui jarak jauh.
Orang tua korban kaget putranya mendapat kekerasan fisik oleh ART. Hal itu terjadi pasca melihat rekaman CCTV yang menunjukkan putranya dianiaya oleh terduga pelaku.
Kekerasan yang diterima anak majikannya berupa tindakan fisikdan tamparn. Ironisnya, hidung dari korban dikabarkan patah dan pendarahan.
(hap)