- Youtube tvOnenews
Bukan Pertama Kali, Nizam Pernah Diduga Dianiaya Ibu Tiri Hingga Lapor Polisi Sebelum Meninggal Dunia
tvOnenews.com - Anak laki-laki bernama Nizam Syafei alias NS (12) dikabarkan meninggal dunia pada Kamis (19/2/2026) diduga akibat dianiaya oleh ibu tirinya sendiri.
Bocah yang berasal dari Desa Bojongsari, Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi ini mengalami luka bakar dan memar di sekujur tubuhnya.
Ibu tiri mengatakan bahwa Nizam sedang demam tinggi hingga kulitnya melepuh seperti luka bakar, namun bocah 12 tahun itu mengaku ia dipaksa minum air mendidih oleh ibu tirinya sebelum meninggal dunia.
Mengetahui pengakuan anak, Ayah Nizam Anwar Satibi atau Awang (38) naik pitam dan mengingat kejadian beberapa tahun lalu.
Ternyata, sebelumnya Anwar pernah melaporkan istrinya ke Polres Sukabumi lantaran diduga anaknya dianiaya oleh ibu tirinya.
Ia menjelaskan bahwa istrinya dinilai terlalu membela anak angkatnya dibandingkan Nizam.
“Istri saya punya anak angkat dua, yang satu putri, yang satu laki-laki. Tapi anak angkat ya bukan anak dia,” ungkap Anwar Satibi kepada awak media pada Sabtu, (21/2/2026)
- Tim tvOne - Kabar Siang
Ketika bertengkar dengan saudaranya, Nizam selalu bertengkar dengan anak-anak angkat ibu tirinya.
“Memang kalau berantem anak saya dengan anak itu (laki-laki), anak dia kelas 2 SMA ya waktu itu, sekarang kelas 3. Anak saya kelas 6 SD. Kalau berantem sama anak itu, yang dihantam anak saya,” jelas Anwar.
Saat itu, diduga ibu tiri melakukan penganiayaan terhadap Nizam lantaran membela anak angkatnya.
Anwar melaporkan kejadian tersebut ke Polres Sukabumi, akan tetapi istrinya mengaku ingin bertaubat dan terjadi perdamaian.
“Pas terjadi penganiayaan yang saya laporkan satu tahun lalu di Polres, itu gara-gara berantem sama anak itu,” ujarnya.
“Jadi ini sudah pernah terjadi, cuma dimediasi sama Pak Haji Isep. Dia (istri) sujud ke saya, jangan lapor mama mau taubat. Akhirnya terjadi perdamaian,” sambungnya menjelaskan.
Namun, hingga saat ini laporan tersebut tidak pernah ia cabut.
“Sebetulnya laporan yang di Polres pun belum saya cabut yang tahun lalu. Itu saksinya Kanit Ricky lah. Kami buka baju anak saya, saya sampai nangis lihat kondisinya saat itu,” pungkasnya.