- Tangkapan layar video
Bantah Paksa Minum Air Mendidih, Ibu Tiri Nizam Sebut Luka Bakar Akibat Leukemia dan Autoimun
tvOnenews.com - Seorang bocah bernama Nizam Syafei atau NS (12) menjadi pembicaraan publik lantaran diduga dianiaya oleh ibu tirinya.
Setelah mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit selama kurang lebih 8 jam, Nizam Syafei meninggal dunia di RSUD Jampang Kulon, Sukabumi.
Saat masih berada di ruang IGD, Nizam mengaku bahwa dirinya telah dipaksa minum air mendidih oleh ibu tirinya.
Video saat Nizam terbaring lemah di rumah sakit viral di media sosial, sehingga netizen menyudutkan ibu tiri karena diduga telah menganiaya NS.
Menanggapi tudingan tersebut, Ibu Tiri Nizam, TR (46) mengungkapkan bahwa anaknya tersebut meninggal akibat penyakit kanker darah, leukemia dan autoimun.
Sehingga ia menegaskan tudingan penganiayaan yang dilakukan olehnya tidak benar.
“Kalau kemarin sih ada informasinya dari saksi yang di BAP di Polsek, tapi tidak memberikan bukti otentiknya hanya melihat dari HP kalau anak itu didiagnosa kanker leukemia autoimun,” ungkap TR melalui tayangan YouTube Harian Surya.
“Jadi pure sakit. Kalaupun ada kulit melepuh itu akibat dari panas dalam saja dari leukemia kanker darah itu,” sambungnya.
- Youtube tvOnenews
TR menjelaskan sebelum video yang memperlihatkan kondisi anaknya itu viral, ayah Nizam Anwar Satibi sempat mengirimkan video kepada gurunya di pesantren.
Seketika, video tersebut disampaikan kepada kakek angkat korban yang juga pembina di pesantren Nizam, Isep Dadang Sukmana.
Seketika Isep datang ke rumah sakit untuk melihat kondisi Nizam. Ketika dokter mengatakan adanya indikasi kekerasan, Isep menanyakan langsung kepada korban.
Saat itu, korban mengaku dipaksa minum air mendidih oleh ibu tirinya. Namun, ibu tiri menepis tuduhan tersebut lantaran video tersebut diambil sebelum adanya diagnosa penyakit anaknya.
Menurutnya, Nizam menjawab ‘Mama’ saat ditanya oleh Isep karena ingin memanggil dirinya supaya dapat menjelaskan lebih detail.
“Dia (Isep) introgasi anak, padahal anak itu kan sudah dalam keadaan sekarat lah. Jadi mungkin itu mamah-mamah itu kalau menurut saya dan yang lain karena manggil saja,” jelas TR.
“Mungkin biar saya yang menjelaskan atau apa gitu. Namanya anak sudah sekarat,” lanjutnya.
Sebelum adanya diagnosa dari dokter, video tersebut diunggah oleh ayah Nizam dan Isep ke media sosial dan berbagai grup whatsapp.
“Belum ada apa-apa langsung di upload, mungkin termasuk sama Pak Haji Isep di share ke grup sana sini. Ya gitu lah sama netizen digoreng kayak gitu,” pungkasnya.
Dirinya juga berharap agar masalah ini tidak diperpanjang dan netizen lebih berempati setelah anaknya meninggal dunia.
(kmr)