- tvOnenews.com - Cepi Kurnia
Dua Gebrakan Baru KDM: Reformasi Anggaran Bekasi hingga Ojek-Angkot di Jawa Barat Libur Selama Mudik Lebaran
Bandung, tvOnenews.com - Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) membuat beberapa gebrakan baru belakangan ini. Mulai dari reformasi anggaran di Kabupaten Bekasi hingga mengusulkan kegiatan tukang ojek, sopir angkot, dan tukang becak libur selama mudik Lebaran 2026.
Dalam gebrakan pertama, KDM sempat Safari Ramadhan di Lapangan Den Sakti, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (20/2/2026).
Pada momen itu, KDM mulanya menjelaskan filosofi kepemimpinan yang baik untuk mengabdi pada masyarakat.
"Sekali lagi, hidup itu adalah perjalanan, maka jalan itu harus mulus dan lurus, dan kalau ada kelokan, kelokannya harus indah," kata KDM dalam keterangannya dikutip, Selasa (24/2/2026).
KDM Reformasi Anggaran Daerah di Kabupaten Bekasi
- tvOnenews.com/Taufik Hidayat
Kemudian, KDM memaparkan betapa pentingnya menghadirkan kesejahteraan. Pemimpin harus bertanggung jawab menjalani tugas sebagai penyelenggara negara.
Dalam perspektif Islam, kata KDM, dianalogikan sebagai Amilin. Amilin merupakan pengelola amanah publik.
Ia menegaskan, pengelolaan dana masyarakat harus bersifat proporsional. Dengan langkah ini, masyarakat akan merasakan manfaatnya khususnya warga di Kabupaten Bekasi.
"Amilin itu tidak boleh terlalu besar mengambil bagian, batasnya sekitar 10 sampai 15 persen. Kalau terlalu besar, sisa anggaran untuk rakyat menjadi kecil dan pembangunan sulit bergerak cepat," jelasnya.
Gubernur Jabar itu menyampaikan kritisnya terkait pola belanja anggaran di Bekasi. Ia menilai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di Bekasi belum sepenuhnya efektif untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, pendidikan, hingga infrastruktur.
"Tugas penyelenggara negara itu membereskan perut rakyat agar tidak ada yang lapar, membereskan sekolah supaya tidak ada anak yang putus sekolah, dan memastikan jalan tidak berlubang," tegasnya.
Seluruh kepala daerah hingga jajaran birokrasi harus terbuka mengelola keuangan daerah. Tujuannya menjaga kepercayaan masyarakat terkait pengelolaan dana secara transparan dan akuntabel.
"Kita umumkan secara terbuka, kita punya uang sekian, belanjanya sekian, peruntukannya sekian, rakyat harus tahu sampai titik koma anggaran kita," ucapnya.
Dalam kesempatan itu, ia menyinggung soal pembangunan dari proyek normalisasi sungai hingga tata ruang di Bekasi yang semrawut. Hal ini menyebabkan tidak ada pengendalian banjir dari aliran sungai yang meluap di Kabupaten Bekasi.
Berdasarkan keterangan dari Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja, APBD Kabupaten Bekasi kini Rp7,7 triliun, sedangkan anggaran untuk alokasi pembangunan jalan mencapai Rp1,2 triliun.
KDM merasa ragu dengan jumlah angka tersebut. Ia bahkan mengatakan, "Perasaan kagak deh."
Merujuk dari Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD) per 21 Februari 2026, APBD Kabupaten Bekasi berasal dari pendapatan daerah sebesar Rp7,280 triliun. Sumbernya berasal dari PAD, pajak, retribusi daerah, transfer pemerintah pusat dan pendapatan sebagainya.
Adapun total belanja daerah menyentuh Rp7,703 triliun. Rinciannya meliputi belanja pegawai Rp3,563 triliun, belanja barang, jasa, modal, hingga belaja lainnya. Namun realisasi belanja baru Rp108,43 miliar atau 1,41 persen.
Kemudian, alokasi anggaran pembangunan infrastruktur jalan di penghujung 2025 untuk kegiatan infrastruktur jalan 2026 sebesar Rp230 miliar.
Tukang Ojek hingga Sopir Angkot Libur selama Mudik Lebaran 2026
- viva.co.id
Kemudian, gebrakan KDM lainnya mengusulkan tukang ojek, sopir angkot, hingga tukang becak libur beraktivitas. Minimal rencana tersebut terjadi selama 14 hari periode mudik Lebaran 2026.
Ia menyarankan hal tersebut ketika memberikan sambutan dalam kegiatan pemusnahan barang bukti di Mapolda Jabar, Rabu, 18 Februari 2026.
Kata KDM, langkah cuti sementara untuk pengemudi angkot, tukang becak, dan ojek yang beroperasi di Jabar, tujuannya untuk mengurai kepadatan jalan saat mudik Lebaran.
"Sopir angkot, tukang becak, tukang ojek tidak beroperasi seminggu menjelang Hari Raya dan kemudian seminggu setelah Hari Raya, 2 minggu. Seminggu setelah Hari Raya tetapi mereka tetap di imahna nyangu (memasak nasi di rumah) dan mereka tenang. Jadi, cutilah mereka 14 hari dan sehingga nanti kita bisa membuat orang bahagia," usul KDM.
Ia membagikan beberapa daerah menjadi langganan macet. Biasanya terjadi di Subang, Garut, Indramayu, Cirebon, Lembang, hingga kawasan Puncak Bogor-Cianjur.
Namun begitu, Gubernur Jabar itu belum merincikan mekanisme teknis imbauan cuti bersama bagi pengemudi angkot hingga tukang becak. Salah satunya bagian kompensasi pengehentian operasi sementara.
"Yang terbaik dari hidup dalam kepemimpinan adalah membuat keluarganya bahagia," katanya.
(hap)