- BPMI Setpres
Indonesia Siap Jadi Pemain Rantai Pasok Industri Chip Dunia, Prabowo Siap Kirim 15 Ribu Insinyur untuk Dilatih Arm
Pengembangan chip nasional tidak akan bersifat umum. Pemerintah memilih fokus pada enam bidang intellectual property (IP) strategis, mulai dari otomotif hingga teknologi masa depan.
“Enam ini merupakan IP, intellectual property, yang kita bisa pilih apakah satu untuk teknologi otomotif, kedua internet of things, ketiga terkait dengan data center, kemudian bisa juga tentang home appliances, yang dua lagi kita bisa pilih apakah kita mau yang futuristic, terutama autonomous vehicle, dan quantum computing, dan yang lain. Jadi ini semua masih dibahas nanti dengan Danantara, sehingga ini IP-nya akan dipegang oleh Indonesia,” imbuh Airlangga.
Arm sendiri disebut menguasai mayoritas desain chip global, sekitar 96 persen teknologi chip otomotif dunia dan hampir 94 persen desain chip pusat data serta kecerdasan buatan.
Pemerintah memandang kemitraan ini sebagai strategi mengubah struktur ekonomi nasional. Jika selama ini Indonesia kuat di sumber daya alam, maka tahap berikutnya adalah menguasai teknologi bernilai tambah tinggi.
Kemitraan Danantara–Arm diharapkan menjadi pijakan awal Indonesia membangun industri semikonduktor domestik, sekaligus mempercepat transformasi ekonomi menuju visi Indonesia Emas 2045.
Teknologi diposisikan sebagai mesin pengungkit produktivitas nasional, menjembatani potensi SDM dan kekayaan alam dengan kebutuhan ekonomi modern berbasis inovasi. (agr/ree)