news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Sumber :
  • Syifa Aulia/tvOnenews

SBY: Jika Jakarta Diserang dari Udara, Apa yang Harus Kita Lakukan?

Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY ingatkan ancaman serangan udara ke Jakarta di era perang modern. Indonesia diminta siap perkuat air power dan doktrin hybrid.
Selasa, 24 Februari 2026 - 11:49 WIB
Reporter:
Editor :

Dalam konteks itu, SBY mempertanyakan kesiapan Indonesia. Jika serangan udara terjadi dan menghantam Jakarta, apa respons cepat yang harus dilakukan? Bagaimana sistem komando berjalan? Apakah infrastruktur pertahanan udara sudah memadai?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi refleksi penting bagi perumusan kebijakan pertahanan ke depan.

Bangun Sumber Daya dan Kebijakan Adaptif

SBY menekankan bahwa kesiapan menghadapi ancaman modern tidak cukup hanya dengan alutsista. Indonesia harus membangun sumber daya manusia, meningkatkan keterampilan, serta menyusun kebijakan yang adaptif terhadap perubahan zaman.

“Kita masih perlu, resource kita, kita bangun, skill kita harus dibangun, policy-nya harus dibikin. Jadi bagi saya apapun harus siap karena kita tidak bisa pilih-pilih,” katanya.

Ia menilai, negara tidak bisa memilih jenis ancaman yang akan datang. Karena itu, seluruh elemen pertahanan—darat, laut, udara, siber, hingga teknologi—harus dipersiapkan secara simultan.

Hybrid Warfare: Semua Harus Siap

SBY juga menyinggung konsep perang hibrida (hybrid warfare), di mana konflik tidak hanya berlangsung secara militer, tetapi juga melalui serangan siber, disinformasi, tekanan ekonomi, hingga sabotase teknologi.

Dalam perang jenis ini, batas antara masa damai dan perang menjadi kabur. Serangan bisa terjadi tanpa deklarasi resmi, dan dampaknya langsung terasa pada stabilitas nasional.

“Jadi ini modern warfare, modern teknologi, modern doctrine, semuanya harus siap. Dan kalau hybrid intinya, tidak memilih. Semuanya harus siap dilakukan. Intinya begitu,” pungkas SBY.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa ancaman terhadap ibu kota bukan lagi skenario fiktif dalam buku strategi militer. Perubahan geopolitik global, percepatan teknologi, dan dinamika konflik antarnegara membuat kesiapan pertahanan udara menjadi krusial.

Di tengah dunia yang semakin tidak pasti, SBY menegaskan Indonesia tidak boleh tertinggal dalam membangun sistem pertahanan yang adaptif. Jika suatu hari serangan udara benar-benar terjadi, negara harus sudah memiliki jawaban—bukan sekadar pertanyaan. (nsp)

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:20
05:27
04:09
02:42
12:50
05:05

Viral