- Tim tvOnenews/Syifa Aulia
2 Bus Transjakarta Tabrakan di Jalur Langit, Pramono Minta Operator Diberi Sanksi: Jangan Hanya Sopirnya
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) memberikan sanksi kepada operator imbas tabrakan dua bus di jalur ‘langit’.
“Yang paling penting kami sudah memerintahkan kepada TransJakarta, operatornya juga harus diberikan sanksi, ditegur untuk itu,” jelas Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Dengan demikian, sanksi tegas bukan hanya diberikan untuk sopir bus. Namun, dia menilai operatur harus mendapat sanksi sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pembinaan sopir.
“Bukan hanya yang disanksi adalah sopirnya, karena operator juga yang membina itu harus bertanggung jawab. Jadi itu yang kami lakukan,” ujar Pramono.
Adapun dia mengatakan penyebab dua bus Transjakarta koridor 13 tabrakan atau ‘adu banteng’ di jalur ‘langit’ pada Senin (23/2/2026) ialah karena salah satu sopir mengalami microsleep atau tertidur saat sedang menyetir.
“Jadi, yang pertama berkaitan dengan kejadian tabrakan yang kemarin di Cipulir ke arah JORR itu, memang betul-betul karena Pak Yayan itu ketiduran,” kata Pramono.
“Saking ngantuknya, dan polisi sudah menyampaikan, apa ya istilahnya, microsleep. Nah, istilahnya microsleep ya. Itu terjadi pada supirnya. Kemudian melintasi jalur, bertabrakan,” sambungnya.
Pramono mengatakan kecelakaan tersebut murni karena kesalahan manusia atau human error.
“Mungkin karena dia baru bekerja 2 hari, biasanya kan terus diganti-ganti begitu ya. Mungkin tidurnya di rumah kurang gitu. Tetapi sekali lagi, saya enggak mau ikut campur urusan tidur,” kata Pramono. (saa/ree)