- Antara
Ngaku Aparat, Pria Diduga Pukul Petugas SPBU Cipinang karena BBM Subsidi Ditolak, Propam Polda Metro Selidiki
Jakarta, tvOnenews.com – Aksi seorang pria yang diduga mengaku sebagai aparat dan melakukan penganiayaan terhadap petugas SPBU di kawasan Cipinang, Pulo Gadung, Jakarta Timur, tengah didalami aparat kepolisian. Insiden yang terjadi pada Minggu (22/2/2026) itu kini menjadi perhatian internal kepolisian, termasuk melibatkan Propam Polda Metro Jaya.
Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Kabid Propam) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Radjo Alriadi Harahap, membenarkan bahwa pihaknya ikut turun tangan untuk memastikan status pria yang diduga mengaku sebagai aparat tersebut.
“Iya betul, Propam ikut turun tangan untuk memastikan kebenaran apakah yang bersangkutan anggota atau bukan,” ujar Radjo kepada wartawan, Selasa (24/2/2026).
Masih Didalami Bersama Reskrim
Radjo menegaskan, penyelidikan masih berlangsung dan dilakukan bersama jajaran Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Timur.
“Masih kami dalami dengan Reskrim Polrestro Jaktim terhadap pelaku pemukulan dimaksud,” tegasnya.
Peristiwa ini sebelumnya viral di media sosial setelah diunggah oleh akun Instagram @info.jakartatimur dengan keterangan “Pemukulan oleh oknum yang mengaku aparat di SPBU Jaktim”.
Dalam video yang beredar, tampak seorang pria berpakaian hitam berdiri di samping mobil dan melontarkan kata-kata kasar kepada petugas SPBU. Situasi kemudian memanas hingga pria tersebut diduga melayangkan pukulan ke wajah salah satu petugas.
Beberapa orang sempat berupaya melerai, namun terduga pelaku tetap mencaci-maki petugas di lokasi.
Diduga Terkait BBM Subsidi dan Barcode
Berdasarkan keterangan yang beredar, insiden itu dipicu persoalan pengisian bahan bakar minyak (BBM) subsidi menggunakan sistem barcode.
Saat petugas melakukan pemindaian plat nomor kendaraan, ditemukan ketidaksesuaian antara data kendaraan dengan mobil yang dibawa pria tersebut. Petugas kemudian menyarankan agar pengisian dilakukan menggunakan BBM non-subsidi.
Namun, saran tersebut diduga ditolak oleh pria itu. Ia justru meluapkan emosi dan berujung melakukan tindakan kekerasan terhadap petugas SPBU.
Sistem barcode sendiri diterapkan untuk memastikan distribusi BBM subsidi tepat sasaran dan sesuai dengan kendaraan yang terdaftar. Ketidaksesuaian data biasanya mengharuskan pengendara menggunakan BBM non-subsidi.