news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Suyudi Ario Seto.
Sumber :
  • dok. BNN

BNN Waspadai Dampak Polemik Kartel Narkoba Meksiko di Indonesia, Kepala BNN sebut RI Jadi Sasaran

Dampak polemik kartel narkoba Meksiko membuat BNN RI mewaspada. Pasalnya, dampak konflik kartel narkoba di Meksiko mulai memengaruhi peta rantai pasok narkotika
Rabu, 25 Februari 2026 - 03:00 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Dampak polemik kartel narkoba Meksiko membuat Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mewaspada. Pasalnya, dampak konflik kartel narkoba Meksiko mulai memengaruhi peta rantai pasok narkotika ke Indonesia. 

Bahkan, BNN menyebutkan bahwa para bandar internasional tengah mencari alternatif rute penyelundupan yang dianggap paling aman dan ekonomis untuk menembus pasar Tanah Air.

Kepala BNN, Komjen Suyudi Ario Seto jelaskan, Indonesia menjadi sasaran tiga jaringan besar dunia, yakni Golden Triangle, Golden Crescent, dan Golden Peacock.

"Situasi konflik di Meksiko sedikit banyak berpengaruh terhadap rantai pasok ke Indonesia. Para bandar tetap akan mencari alternatif yang paling ekonomis dan aman untuk menyuplai narkotika menuju pasar Indonesia," beber Suyudi, Selasa, (24/2/2026).

Suyudi menjelaskan, Kartel Sinaloa dari Meksiko telah menjadi ancaman nyata. Jaringan ini dikenal memasok narkotika jenis baru, New Psychoactive Substances/NPS, bahan baku metamfetamin atau sabu, hingga fentanil.

Sebagai bukti nyata, pada 2024, BNN membongkar 27 jaringan narkoba internasional. 

Salah satu yang paling menonjol adalah penangkapan Gregor Haas, yang diduga kuat merupakan bagian dari jaringan Kartel Sinaloa.

"Jaringan Golden Peacock yang mencakup Amerika Selatan, khususnya Brasil dan Meksiko, sering kali melibatkan kokain dan sabu dengan rute internasional yang sangat kompleks," jelas Suyudi.

Dalam operasinya, jelasnya, kartel Meksiko tidak bekerja sendiri di lapangan, melainkan berkolaborasi dengan sindikat lokal. 

Bahkan kata dia, jalur laut menjadi pilihan utama mengingat status Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki banyak celah gelap di perbatasan maritim.

Modus operandi yang digunakan semakin canggih dan beragam, antara lain penyamaran produk dengan menyembunyikan narkoba dalam kemasan produk legal seperti teh Cina hingga popok bayi, memanfaatkan pelabuhan tidak resmi dan adanya potensi penggunaan kapal selam oleh kartel Amerika Selatan, hingga penyelundupan melalui bandara internasional dengan metode penyamaran yang sulit dideteksi secara kasatmata.

Suyudi menegaskan pihaknya akan terus memperketat pengawasan di titik-titik rawan, terutama pelabuhan dan wilayah perairan. Kerja sama intelijen internasional terus diperkuat untuk memutus mata rantai pasokan dari Golden Triangle (Asia Tenggara), Golden Crescent (Asia Tengah), maupun Golden Peacock (Amerika).

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:30
02:18
02:01
01:20
05:27
04:09

Viral