- Instagram/@xkhairulumam
Alasan Anggota Damkar Depok Viral Buat Konten Fungsi Penggunaan Helm: Bukan Menyudutkan Instansi
Jakarta, tvOnenews.com - Anggota pemadam kebakaran (Damkar) Kota Depok, Khairul Umam mengungkap alasan membuat konten video fungsi penggunaan helm yang diunggah dalam akun media sosial Instagram pribadinya dengan keterangan “Day 1 Ngenalin Fungsi APD”.
Petugas Damkar yang bekerja sejak tahun 2017 ini mengatakan, konten tersebut dibuat hanya untuk mengenalkan fungsi alat pelindung diri (APD).
“Ya kalau konten itu ya saya bikin aja, gitu maksudnya. Makanya kan awalnya tuh Day 1 ngenalin fungsi APD. Nah terus saya bilang seperti yang di video lah, gitu kurang lebihnya,” kata Umam, saat dihubungi, Kamis (26/2/2026).
Lebih lanjut, Umam menegaskan, konten video yang dibuat memang murni untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, tentang fungsi helm yang digunakan untuk melindungi kepala.
“Iya konten itu memang murni untuk edukasi, kan emang sudah pada faktanya fungsi helm itu gunanya buat ngelindungin kepala,” jelas Umam.
Kemudian, Umam mengaku tidak menyangka dengan viralnya video tersebut yang berujung pada ketersinggungan dan aksi peneroran. Sebab, pekerjaan sehari-harinya sebagai Damkar memang menggunakan helm yang berfungsi untuk melindungi kepala.
“Jujur ya, sebenarnya saya mah nggak nyangka ya kontennya viral. Ya balik lagi, kalau masalah ketersinggungan kan saya nggak bisa komentar apa-apa. Sepemahaman saya dan teman-teman di Damkar gitu, pada pakai helm gitu. Dan ya memang nggak mungkin lah kalau ranah saya sampai keluar dari instansi saya,“ ujar Umam.
Selain itu, Umam juga mengaku bahwa komentar yang ditulis oleh para netizen dalam unggahannya di luar kendalinya. Bahkan Umam menyatakan sempat menyampaikan untuk tidak berburuk sangka saat bulan Ramadan.
“Kalau masalah respons dari netizen-netizen itu udah di luar kontrol saya. Bahkan beberapa komentar-komentar yang mengarahnya ke sana, termasuk tentang teror-teror yang disampaikan ke saya, terus netizen-netizen ngarahinnya kemana-mana tuh saya cuma bisa bilang, "Bulan puasa jangan suudzon",” ungkap Umam.
Kemudian, usai mendapatkan teror ini, Umam menuturkan, dirinya memilih untuk lebih berhati-hati kedepannya. Namun kembali ditegaskan, konten tersebut tidak ada maksud untuk menyindir instansi apa pun.