- tvOnenews/Julio
Rel Tak Boleh Tenggelam Saat Mudik: Menteri PU Bentuk Satgas Khusus Antisipasi Banjir Jalur Keretasa
Semarang, tvOnenews.com – Pemerintah menyiapkan langkah khusus untuk mencegah banjir kembali melumpuhkan jalur kereta api saat arus mudik Lebaran. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyatakan akan membentuk satuan tugas (Satgas) bersama dengan jajaran perkeretaapian guna memastikan banjir tidak lagi melimpah dan merendam rel kereta.
“Insyaallah kita akan bikin Satgas bersama dengan tim kereta api. Tujuannya memastikan, apa pun yang terjadi, air hujan atau banjir tidak melimpah ke rel kereta api,” ujar Dody saat berada di Semarang, Jawa Tengah, Minggu (1/3/2026).
Langkah ini menjadi bagian dari safari Ramadan Kementerian PU yang dilakukan untuk mengecek kesiapan infrastruktur jalan nasional menjelang mudik Lebaran. Namun, menurut Dody, perhatian tidak hanya tertuju pada jalan raya, melainkan juga jalur rel kereta api yang menjadi tulang punggung transportasi masyarakat saat musim mudik.
Belajar dari Pekalongan dan Grobogan
Dody menegaskan, pembentukan Satgas tersebut dilatarbelakangi oleh sejumlah kejadian banjir yang sempat merendam jalur rel kereta api di Jawa Tengah dalam beberapa waktu terakhir. Ia menyinggung peristiwa terendamnya rel di wilayah Pekalongan dan Grobogan akibat hujan deras.
“Kita ingin memastikan saat mudik nanti, meskipun hujan deras, rel kereta api tidak terendam seperti kejadian sebelumnya di Pekalongan dan Grobogan,” kata Dody.
Menurutnya, kereta api merupakan salah satu moda transportasi utama yang diandalkan masyarakat untuk mudik, baik ke wilayah Jawa maupun menuju Jakarta. Karena itu, gangguan sekecil apa pun pada jalur rel berpotensi berdampak besar terhadap kelancaran arus mudik nasional.
Kerja Bersama dengan Kemenhub
Dody menekankan bahwa upaya mencegah banjir di jalur rel tidak bisa dilakukan oleh satu kementerian saja. Ia menyebut akan segera bersurat secara resmi kepada Menteri Perhubungan untuk membahas langkah-langkah konkret yang perlu dikerjakan secara bersama.
“Saya akan bersurat resmi ke Pak Menteri Perhubungan, menyarankan apa saja yang harus kita kerjakan bersama. Ini tidak bisa dikerjakan oleh PU sendiri, tapi harus kerja bareng antara PU dan Perhubungan,” ujarnya.
Ia mengakui permasalahan banjir di jalur rel cukup kompleks, mulai dari sistem drainase, kondisi sungai, hingga tata ruang di sekitar lintasan kereta api. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga agar solusi yang diambil bersifat menyeluruh dan berkelanjutan.
Jalur Pantura Sempat Lumpuh
Sebagai catatan, banjir sempat melumpuhkan jalur kereta api di wilayah Pantura Jawa Tengah, tepatnya di antara Stasiun Pekalongan dan Stasiun Sragi. Jalur tersebut baru kembali bisa dilalui setelah banjir surut pada Sabtu, 17 Januari 2026.
Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan rel yang sempat terendam kini sudah dapat dilintasi, meski dengan kecepatan terbatas.
“Jalur sudah bisa dilewati dengan kecepatan maksimal 10 kilometer per jam,” ujar Luqman.
Sebelumnya, banjir setinggi sekitar 10 sentimeter di atas kepala rel memaksa PT KAI membatalkan sejumlah perjalanan kereta api dari Semarang. Selain itu, sejumlah KA dari arah barat menuju timur harus dialihkan dengan pola operasi memutar demi keselamatan perjalanan.
Fokus Keselamatan dan Kelancaran Mudik
Pembentukan Satgas antisipasi banjir rel kereta ini diharapkan mampu meminimalkan gangguan perjalanan kereta api saat puncak arus mudik. Pemerintah menargetkan jalur rel tetap aman dan operasional, meski dihadapkan pada cuaca ekstrem.
Dody menegaskan bahwa keselamatan dan kenyamanan pemudik menjadi prioritas utama. Dengan sinergi antara Kementerian PU dan Kementerian Perhubungan, pemerintah berharap kejadian rel terendam banjir tidak terulang saat jutaan orang bergerak pulang ke kampung halaman.
“Kereta api adalah andalan masyarakat. Kita harus pastikan infrastrukturnya siap, aman, dan tidak terganggu banjir,” pungkasnya. (nsp)