- istimewa
Sekjen DEN Bicara Kebutuhan Mineral Kritis hingga Skenario KEN Terbaru dan Peran MIND ID
Jakarta, tvOnenews.com - Sekertaris Jenderal Dewan Energi Nasional (Sekjen DEN) Satya Yudha baru-baru ini bicara soal kebutuhan mineral kritis hingga skenario Kebijakan Energi Nasional (KEN) dan perant kursial MIND ID.
Bahkan kata dia, peningkatan porsi energi surya dan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) ke depan tidak dapat dilepaskan dari kebutuhan mineral kritis yang menjadi komponen utama sistem energi masa depan.
“Kalau kita melihat peta transisi energi dalam PP KEN, energi surya akan mempunyai porsi sangat besar, PLTN juga signifikan pada 2060. Dengan begitu, mineral-mineral untuk baterai dan komponen pendukungnya ada di sektor Minerba. Itu mendukung langsung transisi energi,” ucap Sekjen DEN Satya Yudha.
Karena menurut dia, keterkaitan antara kebijakan energi nasional dan sektor minerba bersifat dua arah.
Di satu sisi, mineral kritis seperti nikel, bauksit, tembaga hingga material ikutan menjadi bahan baku utama teknologi energi bersih.
Selain itu, proses hilirisasi di sektor minerba sendiri membutuhkan pasokan energi yang andal dan berkelanjutan.
“Smelter tidak mungkin berjalan tanpa listrik, apalagi ke depan kita berbicara listrik yang lebih hijau dan sustainable. Jadi sektor energi dan minerba ini saling menopang,” beber Satya.
Kemudian, ia katakan, dalam skenario KEN terbaru, transisi energi tidak hanya berbicara mengenai bauran pembangkit, tetapi juga kesiapan rantai pasok mineral yang menopang teknologi energi bersih.
Lanjutnya menjelaskan, bahwa peningkatan kapasitas pembangkit energi surya, pengembangan PLTN, hingga sistem penyimpanan energi akan meningkatkan kebutuhan terhadap mineral strategis yang selama ini dikelola sektor pertambangan nasional.
“Agenda kita adalah agenda transisi. Kalau energi surya porsinya besar, kalau PLTN masuk signifikan, maka kebutuhan mineral untuk baterai, kabel, komponen listrik, itu otomatis meningkat. Artinya sektor Minerba berada di jantung ekosistem transisi,” katanya.
Dalam konteks tersebut, kata dia, peran holding industri pertambangan seperti MIND ID menjadi krusial.
Sebagai entitas yang membawahi sejumlah BUMN tambang strategis, kata dia, MIND ID dinilai memiliki posisi sentral dalam memastikan ketersediaan dan pengolahan mineral kritis guna mendukung transformasi energi nasional.