news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Mantan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda.
Sumber :
  • TvOnenews/Abdul Gani Siregar

BoP Terancam Gagal, Prabowo Siap Evaluasi Keanggotaan Imbas Serangan AS-Israel ke Iran

Mantan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda mengungkapkan, evaluasi menjadi opsi realistis di tengah perkembangan terbaru.
Rabu, 4 Maret 2026 - 10:12 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com — Presiden Prabowo Subianto disebut siap mengevaluasi keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) menyusul eskalasi konflik setelah serangan Israel dan Amerika Serikat (AS) ke Iran sejak akhir pekan lalu.

Sinyal tegas itu mengemuka dalam pertemuan tertutup selama empat jam di Istana Merdeka, Selasa (3/3/2026), yang dihadiri para presiden dan wakil presiden terdahulu, mantan menteri luar negeri, ketua umum partai politik, hingga jajaran Kabinet Merah Putih.

Mantan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda mengungkapkan, evaluasi menjadi opsi realistis di tengah perkembangan terbaru.

“Iya (Presiden menyatakan siap mengevaluasi), dengan perkembangan-perkembangan terakhir ini, memang harus dievaluasi,” kata Hassan usai pertemuan, Selasa malam.

Menurutnya, serangan yang dilakukan dua negara anggota BoP justru berpotensi menggerus legitimasi dan mandat lembaga tersebut. Padahal, BoP dibentuk untuk menciptakan perdamaian, melancarkan gencatan senjata (ceasefire), memudahkan akses bantuan kemanusiaan, serta menjalankan rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Kita bahas (BoP), tapi juga dalam konteks perkembangan mutakhir apakah dengan perang yang berkecamuk di Iran ini akan melemahkan, kemungkinan melemahkan posisi dan mandat BoP? Kita akan berhitung lagi dari sisi itu,” ucap dia.

Dampaknya tak hanya pada posisi politik Indonesia, tetapi juga pada komitmen konkret, termasuk rencana pengiriman 8.000 personel yang tergabung dalam ISF ke Palestina. Indonesia selama ini disebut sebagai kontributor terbesar dalam skema tersebut.

“Bisa potensi berhasilnya berkurang. Kita akan menilai, apakah dengan begitu kita akan terus patuh membayar. Yang kedua apakah penggelaran pasukan yang kita justru paling besar kita akan berhitung lagi,” ucap Hassan.

Hassan menambahkan, Presiden juga menyoroti menurunnya peluang keberhasilan BoP dalam komunikasi dengan sejumlah kepala negara, termasuk dari kawasan Teluk Persia dan negara-negara OKI.

“Dari komunikasi beliau dengan para kepala negara lain, terus juga negara-negara OKI, kesan bahwa potensi BOP berhasil, menurun. Nah menurunnya berapa, kita lihat saja dengan perkembangannya,” jelas Hassan.

Bahkan, opsi keluar dari BoP turut masuk dalam pembahasan jika lembaga tersebut dinilai tidak lagi efektif menjalankan misinya.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:40
02:52
02:31
08:19
07:54
03:50

Viral