news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Presiden RI Prabowo Subianto memimpin jalannya agenda Silaturahmi dan Diskusi Kebangsaan dengan diapit Presiden ke-7 RI Joko Widodo (kanan) dan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/3)..
Sumber :
  • Antara

Perang AS-Israel Kontra Iran, Prabowo Kunci Ketahanan Pangan dan Energi

Presiden Prabowo Subianto merespons konflik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran tak hanya dibaca sebagai krisis geopolitik luar negeri.
Rabu, 4 Maret 2026 - 17:56 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Prabowo Subianto merespons konflik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran tak hanya dibaca sebagai krisis geopolitik luar negeri.

Ia menegaskan respons Indonesia harus dimulai dari dalam untuk memastikan ketahanan pangan dan energi tetap kokoh di tengah ancaman gejolak global.

Hal itu diungkapkan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Almuzzammil Yusuf usai menghadiri pertemuan tertutup, bersama para mantan presiden, wakil presiden, tokoh diplomat, dan ketua umum partai politik, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (3/3/2025) malam.

“Intinya bagaimana kesiapan kita menghadapi krisis itu. Beliau menjelaskan tentang kesiagaan pangan, kesiagaan energi, dan dialog elite,” ujar Almuzzammil.

Menurutnya, Prabowo memaparkan secara detail bagaimana pemerintah mempersiapkan bantalan nasional untuk meredam dampak konflik, terutama jika eskalasi berimbas pada rantai pasok global dan harga energi.

Selain isu ketahanan domestik, pembahasan juga menyentuh posisi Indonesia dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP).

Almuzzammil menyebut, Prabowo memandang BoP bukan sebagai pilihan ideal, melainkan opsi paling realistis untuk mendorong perdamaian jangka panjang, khususnya di Palestina.

“Dari penjelasan Pak Prabowo tentang Board of Peace itu adalah penjelasan yang mungkin telah Pak Prabowo sampaikan kepada MUI dan Ormas Islam,” ujar Almuzzammil.

Senada, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa Presiden turut memaparkan perkembangan geopolitik terkini beserta langkah antisipatif pemerintah.

“Bapak Presiden menjelaskan berbagai hal terkait perkembangan geopolitik dan kesiapan Indonesia dalam menghadapi dinamika global, khususnya dalam konteks energi dan beberapa persoalan lain,” ujar Bahlil.

Ia menambahkan, konsolidasi dengan elite politik dilakukan untuk memastikan satu sikap bersama dalam merespons krisis.

“Prinsipnya, kami dari partai politik sangat memahami posisi yang dilakukan Bapak Presiden dan kesiapan langkah-langkah untuk mengantisipasi situasi ini,” kata Bahlil.

Pertemuan tersebut memperlihatkan dua lapis strategi pemerintah yaitu menjaga ruang diplomasi tetap terbuka di luar negeri, sekaligus memperkuat fondasi ketahanan pangan dan energi di dalam negeri.

Di tengah dunia yang bergejolak, Prabowo memilih memastikan Indonesia tidak goyah dari dalam.(agr/raa)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:40
02:52
02:31
08:19
07:54
03:50

Viral