- Kolase Pixabay/Daniel Dan outsideclick & tvOneNews
Adik Pencuri 2 Labu Siam di Cianjur Ceritakan Detik-detik Kakaknya Tewas Dianiaya Tetangga: Ketok-ketok, Dia Dipukuli
Korban Pingsan dan Tergeletak di Jalan
Pada Senin, 2 Maret 2026, Tita mendapat laporan dari warga bahwa kakaknya ditemukan pingsan di pinggir jalan. Kondisi MI sudah dalam keadaan tergeletak.
Ia sempat tidak percaya. Setelah memastikan kebenarannya, sosok yang tergeletak di jalan adalah kakaknya.
"Saya ngomong sama orang mau menolong, 'Pak, ini tolonglah saya anterin ke rumahnya kakak saya. Bapak yang bawa, nanti ojek dibayar sama saya'," terangnya.
Warga yang menemukan MI juga langsung melaporkan kondisi tersebut ke polisi. Kemudian, warga lain dan petugas Kepolisian ikut menolong dan mengantar ke kediaman korban.
Tidak Tahu Tubuh Korban Sudah Lebam
Tita mengatakan, dirinya dan keluarga tidak mengetahui tubuh korban sudah lebam dan memar. Sebab, kondisinya seperti masih sehat.
"Soalnya nggak kelihatan matanya seperti itu karena dia pakai kupluk, jadi saya nggak lihat," ngakunya.
Ia menyusul ke rumah korban. MI sudah dalam kondisi terbaring lemah layaknya sedang kritis atau koma.
Kondisi korban sudah kritis hingga dirawat di RSUD Sayang di Cianjur. Sayangnya nyawa MI tidak tertolong sehingga meninggal dunia di rumah sakit.
Hasil Visum Temukan Unsur Dugaan Penganiayaan
Sementara, Kapolres Cianjur, AKBP Akhmad Alexander Yurikho Hadi menyampaikan hasil autopsi korban. Kondisi memar di sejumlah bagian tubuh korban ditemukan adanya indikasi penganiayaan.
"Hasil autopsi luar, benar ini hasil penganiayaan. Berawal dari upaya tersebut, penyelidikan kami jalankan," ungkap Yurikho.
Motif Tetangga Pukul Pria Paruh Baya Pencuri Buah Labu Siam
- Antara
Yurikho menjelaskan, polisi langsung melakukan penyelidikan. Pelaku dugaan penganiayaan ternyata tetangga korban, UA.
Ia menyampaikan motif pelaku menghajar korban. UA merasa geram lantaran labu siam di kebunnya sering hilang.
Lanjut Yurikho, UA tidak tinggal diam. Hingga akhirnya, pelaku meyakini sosok yang sering mengambil labu siam di lahannya adalah MI.
"Itu dianggap tersangka sebagai orang yang belakangan hari sering melakukan pencurian labu siam di lahan yang digarap. Marah, benci kemudian sering kali labu siam yang dirawat untuk dipanennya selalu berkurang. Didapati M hanya mengambil dua yang karena alasan dianggap korban ini yang belakangan hari sering melakukan pencurian," katanya.