news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Proses Evakuasi Longsor di TPST Bantargebang.
Sumber :
  • Dinas LH

Tiga Orang Tewas Tertimbun Longsor di TPST Bantargebang, DLH DKI Kerahkan Ekskavator dan Operasi Darurat

Tiga nyawa melayang akibat longsor yang terjadi di TPST Bantargebang dan memicu operasi tanggap darurat besar-besaran. Petugas dikerahkan untuk evakuasi korban.
Minggu, 8 Maret 2026 - 21:28 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Peristiwa longsor di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Minggu (8/3/2026), menimbulkan tragedi yang merenggut tiga nyawa dan memicu operasi tanggap darurat besar-besaran.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta langsung mengaktifkan penanganan darurat dengan mengerahkan tim gabungan lintas instansi untuk mengevakuasi korban serta menstabilkan area timbunan sampah.

Operasi darurat ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, yang turun ke lokasi bersama tim gabungan dari Yon Armed 7/155 GS Kodam Jaya, BPBD DKI Jakarta, BPBD Kota Bekasi, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi, Polsek Bantargebang, serta Koramil 05/Bantargebang.

Menurut Asep, langkah cepat dilakukan begitu laporan kejadian diterima guna memastikan keselamatan petugas dan mempercepat proses evakuasi di lokasi longsor.

“Begitu kejadian dilaporkan, kami langsung mengaktifkan operasi tanggap darurat. Prioritas utama adalah keselamatan petugas, penanganan korban, serta percepatan evakuasi kendaraan yang tertimbun longsoran,” ujar Asep.

Tragedi tersebut menelan tiga korban jiwa dari berbagai latar belakang yang berada di sekitar lokasi saat longsor terjadi. Korban yang meninggal dunia adalah Sumini (60), pemilik warung di sekitar area TPST Bantargebang; Dedi Sutrisno, pengemudi truk Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Pusat; serta Endah Widayati (25) yang bekerja sebagai pemulung.

Selain korban meninggal, satu pengemudi truk dari Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Selatan, Slamet, dilaporkan mengalami luka ringan. Ia telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis sebelum akhirnya diperbolehkan pulang.

Dalam proses evakuasi, tim gabungan menemukan sedikitnya tujuh truk yang terdampak longsoran sampah. Hingga saat ini, lima kendaraan berhasil dikeluarkan dari timbunan, sementara dua unit lainnya masih dalam proses evakuasi.

Kedua truk tersebut masing-masing dikemudikan oleh Riki Supriyadi dari Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Utara dan Irwan Supriyatin.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan para korban akan mendapatkan bantuan dan perlindungan sosial sesuai ketentuan yang berlaku.

“Seluruh PJLP yang meninggal dunia akan mendapatkan santunan berupa BPJS Ketenagakerjaan, sementara biaya pengobatan bagi korban yang mengalami luka akan ditanggung oleh Pemerintah Daerah, serta akan diberikan santunan sosial bagi korban terdampak lainnya, termasuk pemilik warung dan pemulung yang bukan berstatus PJLP,” ungkapnya.

Untuk mempercepat proses evakuasi, DLH bersama tim gabungan mengerahkan 13 unit ekskavator guna membuka timbunan material longsor. Selain itu, dua ambulans disiagakan dari DLH DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Bekasi untuk mendukung penanganan korban di lokasi kejadian.

Di saat bersamaan, upaya stabilisasi area juga langsung dilakukan guna mencegah longsor susulan. Penataan zona timbunan sampah dilakukan secara bertahap agar kondisi kembali aman bagi aktivitas di lapangan

“Keselamatan dalam pengoperasian layanan sampah di TPST Bantargebang adalah prioritas utama. Setelah area dinilai aman, kami langsung melakukan stabilisasi dan penataan zona timbunan agar kondisi kembali terkendali,” jelas Asep.

Meski insiden ini berdampak pada aktivitas di TPST Bantargebang, DLH memastikan layanan pengelolaan sampah Jakarta tetap berjalan. Untuk sementara, satu titik buang sampah dibuka pada malam hari agar ritase truk pengangkut sampah dari Jakarta tetap dapat beroperasi.

Sementara itu, dua titik buang lainnya masih dalam proses perapihan. DLH juga meminta seluruh jajaran Suku Dinas Lingkungan Hidup di wilayah Jakarta untuk sementara menunda pengiriman sampah ke TPST Bantargebang hingga proses evakuasi selesai.

Langkah tersebut diambil untuk menghindari antrean panjang truk sampah sekaligus memberikan ruang bagi tim evakuasi yang masih bekerja di area longsor.

“Pemprov DKI berkomitmen menangani situasi ini secara cepat, hati-hati, dan terkoordinasi. Fokus kami adalah keselamatan, penanganan korban, serta memastikan operasional pengelolaan sampah Jakarta dapat segera pulih dengan aman,” tutup Asep. (agr/iwh)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:17
03:20
01:48
02:00
00:55
03:22

Viral