news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Aldi Herlanda

Bahlil: Meski Minyak Dunia Naik Capai 118 Dolar AS, Harga Pertalite Tetap Sampai Lebaran

Ia menegaskan pemerintah tetap mempertahankan harga BBM subsidi setidaknya hingga Hari Raya Idul Fitri.
Senin, 9 Maret 2026 - 13:46 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite tidak akan naik, meski harga minyak dunia sedang melonjak tajam.

Ia menegaskan pemerintah tetap mempertahankan harga BBM subsidi setidaknya hingga Hari Raya Idul Fitri.

“Sekali lagi saya pastikan, sampai dengan hari raya ini insyaallah enggak ada kenaikan harga BBM subsidi. Untuk subsidi,” ujar Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM di Jakarta, Senin (9/3/2026).

Pasokan BBM Dipastikan Aman

Selain soal harga, Bahlil juga menekankan bahwa ketersediaan bahan bakar nasional dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan puasa hingga Lebaran.

Menurutnya, pemerintah bersama pemangku kepentingan energi telah memastikan distribusi BBM berjalan lancar sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terjadi kelangkaan.

“Pasokan enggak ada masalah. Untuk puasa dan Hari Raya Idul Fitri semuanya terjamin, nggak ada masalah,” ucap Bahlil.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan yang dapat memicu kepanikan di pasar.

Harga Minyak Dunia Melonjak

Di tengah kepastian tersebut, harga minyak mentah global justru sedang mengalami kenaikan signifikan. Laporan media internasional menyebutkan minyak jenis Brent crude oil sempat menyentuh level 118 dolar Amerika Serikat per barel, angka tertinggi sejak 17 Juni 2022.

Lonjakan harga energi global dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah setelah pecah konflik besar antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.

Konflik tersebut memanas sejak serangan besar yang dilancarkan pada 28 Februari 2026. Serangan itu dilaporkan menimbulkan korban jiwa lebih dari seribu orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, ratusan pelajar, serta sejumlah pejabat militer senior.

Serangan Balasan Iran

Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan balasan yang menyasar pangkalan militer AS, fasilitas diplomatik, dan sejumlah target di wilayah Israel. Situasi keamanan di kawasan pun terus meningkat.

Ketegangan semakin bertambah setelah pada Minggu (8/3) pasukan AS dan Israel dilaporkan melakukan serangan udara ke sejumlah fasilitas penyimpanan minyak Iran di Teheran.

Salah satu lokasi yang terdampak adalah Depo Minyak Shahran yang mengalami kerusakan cukup parah akibat serangan tersebut.

Perkembangan konflik itu menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan harga minyak di pasar internasional. (ant/nba)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:00
00:55
03:22
08:29
05:46
11:08

Viral