- Istimewa
Mudik Lebaran 2026, Rafflesia Group Siapkan Operasional Tol Jawa–Sumatra dan Diskon Tarif 30 Persen
Potongan tarif tidak berlaku apabila transaksi dilakukan dengan saldo uang elektronik yang tidak mencukupi atau apabila sistem tidak dapat membaca asal perjalanan dan golongan kendaraan.
Rest Area dan Fasilitas Kendaraan Listrik Disiagakan
Seluruh rest area di ruas tol yang dikelola Rafflesia Group juga disiapkan untuk mendukung kenyamanan pengguna jalan selama periode mudik Lebaran. Fasilitas yang tersedia antara lain SPBU serta Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) untuk melayani kendaraan konvensional maupun kendaraan listrik.
Khusus di Rest Area KM 229B ruas Trans Jawa, tersedia SPKLU Center dengan kapasitas terbesar di jaringan jalan tol. Fasilitas ini dilengkapi 14 unit SPKLU dengan 26 nozzle yang memiliki empat metode pengisian, yaitu Ultra Fast Charging, Fast Charging, Medium Charging, dan Standard Charging, guna mengantisipasi peningkatan penggunaan kendaraan listrik selama periode mudik.
Selain itu, rest area juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti toilet, masjid atau musala, area parkir, layanan top up kartu elektronik, tenant UMKM, mini market, posko kesehatan, bengkel, serta petugas keamanan yang siaga 24 jam.
Adhi Resza menambahkan, rest area menjadi titik penting untuk mengurangi kelelahan pengemudi selama perjalanan jauh.
“Kami memahami bahwa rest area adalah titik krusial untuk mengurangi kelelahan pengemudi. Oleh karena itu, kami telah menyiapkan posko kesehatan, bengkel siaga, hingga memastikan pasokan BBM di SPBU tetap aman melalui kolaborasi lintas instansi pada 22 rest area yang berada di tol kami,” katanya.
Skema Delay System Menuju Pelabuhan Bakauheni
Selain memanfaatkan rest area di dalam tol, pengguna jalan juga dapat menggunakan fasilitas di luar tol seperti SPBU, rumah makan, maupun destinasi wisata di sekitar koridor jalan tol sebagai alternatif tempat beristirahat.
Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan menuju penyeberangan, Rafflesia bersama Kepolisian dan ASDP juga menerapkan skema Delay System pada kantong parkir di rest area KM 87B, KM 49B, dan KM 20B menuju Pelabuhan Bakauheni.
Strategi ini diterapkan sebagai langkah preventif untuk mengurangi kepadatan di area pelabuhan melalui pengaturan ritme arus kendaraan secara lebih terukur.