news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Viral Kapal Tanker Pertamina Disebut Lolos dari Selat Hormuz, PIS Tegaskan Itu Hoaks: Kapal Masih Tertahan di Teluk Arab.
Sumber :
  • Istimewa

Viral Kapal Tanker Pertamina Disebut Lolos dari Selat Hormuz, PIS Tegaskan Itu Hoaks: Kapal Masih Tertahan di Teluk Arab

Viral kapal tanker Pertamina lolos Selat Hormuz ramai di media sosial. PIS memastikan informasi tersebut hoaks, dua kapal masih berada di Teluk Arab.
Jumat, 13 Maret 2026 - 07:55 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Media sosial diramaikan oleh kabar viral kapal tanker Pertamina lolos Selat Hormuz di tengah memanasnya konflik Timur Tengah. Video yang beredar luas di berbagai platform menyebutkan bahwa dua kapal tanker milik Pertamina berhasil melewati jalur energi paling strategis di dunia tersebut.

Namun, PT Pertamina International Shipping (PIS) langsung memberikan klarifikasi terkait kabar viral kapal tanker Pertamina lolos Selat Hormuz tersebut. Perusahaan menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial itu tidak benar alias hoaks.

Pjs Corporate Secretary PIS Vega Pita menyampaikan bahwa dua kapal tanker yang ramai disebut telah keluar dari kawasan tersebut sebenarnya masih berada di Teluk Arab.

"Dua kapal Pertamina International Shipping yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro saat ini masih berada di Teluk Arab. Kondisi kapal dan kru dalam keadaan aman dan selamat," ujar Vega dalam keterangan tertulis, Selasa (10/3/2026).

Dengan demikian, narasi viral kapal tanker Pertamina lolos Selat Hormuz yang beredar luas di media sosial dipastikan tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Video Viral Diduga Buatan AI

PIS juga mengungkapkan bahwa video yang menyebut kapal tanker Pertamina berhasil melewati Selat Hormuz merupakan konten yang dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Video tersebut menampilkan visual kapal tanker yang diklaim berhasil keluar dari kawasan Selat Hormuz. Narasi tersebut kemudian menyebar cepat di berbagai platform media sosial dan memicu berbagai spekulasi di tengah situasi konflik kawasan.

Padahal, berdasarkan pemantauan perusahaan, posisi dua kapal tersebut masih berada di wilayah Teluk Arab dan belum melewati jalur Selat Hormuz.

Karena itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati dalam menerima informasi yang viral di media sosial, khususnya terkait kondisi kapal tanker Pertamina di kawasan konflik.

Dua Kapal Pertamina Masih Terjebak di Teluk Arab

Saat ini terdapat dua kapal tanker milik Pertamina yang masih berada di kawasan Teluk Arab.

Kedua kapal tersebut adalah:

  • Pertamina Pride

  • Gamsunoro

Menurut PIS, kedua kapal tersebut tetap berada dalam kondisi aman meskipun situasi di kawasan Timur Tengah sedang memanas.

Vega menjelaskan bahwa kapal Gamsunoro tengah melayani pengangkutan kargo milik konsumen pihak ketiga atau third party.

Sementara itu, Pertamina Pride sedang menjalankan misi penting untuk membawa pasokan light crude oil yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan energi di Indonesia.

Perusahaan memastikan bahwa seluruh kru kapal dalam keadaan selamat dan terus dipantau secara intensif.

Dua Kapal Lain Memang Sudah Keluar dari Kawasan

Meski viral kapal tanker Pertamina lolos Selat Hormuz dipastikan hoaks, faktanya memang ada dua kapal milik Pertamina yang telah berhasil keluar dari kawasan tersebut.

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menjelaskan bahwa dua kapal tersebut adalah:

  • Paragon

  • Rinjani

Namun, kedua kapal tersebut bukan membawa pasokan minyak untuk Indonesia.

Kapal Paragon diketahui sedang menuju Kenya, sementara kapal Rinjani membawa muatan minyak untuk pasar India.

Keduanya merupakan bagian dari operasional non-captive market, sehingga tidak berkaitan langsung dengan kebutuhan energi dalam negeri.

Pertamina Pantau Situasi Selat Hormuz

Selat Hormuz saat ini menjadi salah satu kawasan paling sensitif di dunia setelah konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel semakin memanas.

Jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia ini merupakan salah satu jalur perdagangan energi paling penting di dunia.

Diperkirakan sekitar seperlima pasokan minyak dan gas global melewati Selat Hormuz setiap harinya.

Karena itu, gangguan di kawasan ini dapat memicu dampak besar terhadap distribusi energi global.

Pertamina memastikan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap situasi keamanan di wilayah tersebut.

Selain itu, perusahaan juga berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk:

  • Kementerian Luar Negeri

  • Otoritas maritim internasional

  • Pemerintah Indonesia

Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan awak kapal serta keamanan kargo energi yang dibawa.

Pertamina Siapkan Strategi Alternatif Pasokan Energi

Menghadapi ketidakpastian situasi di Timur Tengah, Pertamina juga mulai melakukan langkah antisipasi terhadap pasokan energi nasional.

Salah satu strategi yang dilakukan adalah diversifikasi sumber energi.

Artinya, pasokan minyak tidak hanya bergantung pada kawasan Timur Tengah saja, tetapi juga berasal dari berbagai wilayah lain di dunia.

Beberapa sumber alternatif yang mulai dimanfaatkan antara lain:

  • Afrika

  • Amerika

  • Kawasan lain di luar Timur Tengah

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan distribusi energi di Indonesia tetap berjalan lancar meskipun situasi global sedang tidak stabil.

Puluhan Tanker Menunggu di Teluk Persia

Ketegangan di kawasan Selat Hormuz juga membuat banyak kapal tanker memilih menunggu di Teluk Persia.

Data pelacakan kapal menunjukkan setidaknya terdapat sekitar 40 kapal tanker raksasa atau Very Large Crude Carrier (VLCC) yang sedang menunggu di kawasan tersebut.

Setiap kapal tanker tersebut mampu mengangkut hingga 2 juta barel minyak.

Situasi ini memperlihatkan bagaimana konflik geopolitik di Timur Tengah dapat mempengaruhi jalur distribusi energi dunia.

Meski begitu, Pertamina memastikan bahwa hingga saat ini kondisi pasokan energi nasional masih tetap terjaga. (nsp)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:17
04:37
04:43
04:35
13:52
01:43

Viral