- Istimewa
Nasib Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus di Ujung Tanduk, Kapolri Sudah Turun Tangan
Jakarta, tvOnenews.com - Mabes Polri memastikan penyelidikan kasus penyerangan terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, berjalan dengan skala prioritas tinggi.
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo secara langsung memberikan atensi khusus guna mengungkap dalang di balik penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS tersebut.
Kadiv Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, mengungkapkan bahwa seluruh jajaran kepolisian tengah bergerak cepat melakukan pendalaman.
"Bapak Kapolri selaku pimpinan Polri telah memberikan atensi khusus terhadap penanganan dan pengungkapan kasus ini," tegas Johnny di Jakarta, Jumat (14/3).
Untuk mempercepat pengungkapan, Satreskrim Polres Jakarta Pusat kini mendapatkan sokongan penuh dari kekuatan besar kepolisian.
"Bagian daripada menindaklanjuti atensi dan arahan Bapak Kapolri, penanganan yang ada di Satreskrim Polres Jakarta Pusat dilakukan backup, baik oleh Polda Metro Jaya maupun oleh dari Bareskrim khususnya dan kawan-kawan yang ada dari Mabes Polri," lanjutnya.
Penyelidikan ini didasarkan pada Laporan Polisi Model A Nomor 222/III/2026/Satreskrim/Restro Jakarta Pusat/Polda Metro Jaya.
Pelaku terancam dijerat pasal penganiayaan berat sesuai Pasal 467 ayat (2) dan/atau 468 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
Johnny menambahkan bahwa proses hukum akan mengedepankan pembuktian ilmiah (scientific crime investigation).
Ia juga meminta partisipasi publik jika memiliki informasi krusial terkait kejadian tersebut.
"Kami pastikan warga yang memberikan informasi tetap kami berikan perlindungan," ujar mantan Kapolda Papua Barat tersebut.
Kronologi Kejadian
Teror memilukan ini menimpa aktivis KontraS, Andrie Yunus di kawasan Jalan Salemba I, Jakarta Pusat, sekitar pukul 23.37 WIB.
Saat itu, korban baru saja meninggalkan kantor YLBHI usai mengisi sesi podcast yang membahas isu sensitif terkait militerisme dan judicial review UU TNI.
Dua orang tak dikenal yang berboncengan motor tiba-tiba mendekati kendaraan Andrie dan menyiramkan cairan kimia berbahaya.
Akibat serangan mendadak ini, Andrie mengalami luka bakar serius mencapai 24 persen di bagian tangan dan kaki.
Kondisi paling mengkhawatirkan dilaporkan terjadi pada bagian mata korban yang terkena paparan air keras secara langsung.
Kini, kepolisian berupaya keras mengumpulkan keterangan saksi dan alat bukti di lokasi kejadian.
"Kami mengajak seluruh masyarakat, kita berdoa semoga proses ini dapat segera mendapat titik terang, terungkap siapa pelaku dan tertangkap pelakunya sehingga terang benderang, termasuk motif," ujar Johnny. (ant/dpi)