- Dokumentasi SMK IDN Bogor
Orang Tua Siswa SMK IDN Bogor Datangi KPAI, Minta Solusi Usai Izin Sekolah Dicabut Gubernur Jabar?
Sebaliknya, mereka datang untuk memohon solusi yang adil agar hak pendidikan anak-anak tetap terjamin.
Orang Tua Siswa Tekankan Prestasi SMK IDN
Para wali murid juga menyampaikan bahwa SMK IDN Bogor selama ini dikenal sebagai sekolah dengan prestasi yang cukup baik, terutama di bidang teknologi dan digital.
Sekolah tersebut disebut telah memiliki akreditasi A serta berhasil mencetak berbagai prestasi di tingkat internasional.
Karena itu, mereka berharap pemerintah mempertimbangkan dampak besar terhadap siswa jika kegiatan belajar mengajar dihentikan secara mendadak.
“Pendidikan adalah investasi bangsa. Jangan sampai masa depan anak-anak terhenti hanya karena persoalan administratif,” tegas Sri.
Prioritas: Siswa Kelas XII Bisa Lulus
Senada dengan Sri, salah satu wali murid lainnya, Nurdyanti, menyampaikan harapan agar pemerintah daerah memberikan diskresi khusus bagi para siswa.
Menurutnya, prioritas saat ini adalah memastikan para siswa tetap bisa menyelesaikan pendidikan mereka.
Ia secara khusus meminta agar siswa kelas XII diberikan kesempatan untuk menyelesaikan pendidikan hingga akhir tahun ajaran dan memperoleh ijazah resmi.
“Prioritas saat ini adalah nasib siswa. Berikan kesempatan bagi anak-anak kelas XII untuk menyelesaikan pendidikan sampai akhir tahun ajaran dan mendapatkan ijazah resmi,” ujarnya.
Sebelumnya Orang Tua Siswa Juga Datangi Gedung Sate
Sebelum mendatangi kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia, para orang tua siswa SMK IDN Bogor sebelumnya juga telah menyampaikan aspirasi mereka ke pemerintah daerah.
Pada Selasa (10/3), mereka mendatangi **Gedung Sate di Bandung, yang merupakan kantor pusat pemerintahan Jawa Barat.
Para wali murid mengaku terkejut dengan munculnya Surat Keputusan Gubernur yang mencabut izin operasional sekolah di tengah berlangsungnya tahun ajaran.
“Kami sangat kaget dengan SK Gubernur yang turun tentang pembatalan izin operasional sekolah di tengah tahun ajaran. Saat ini sudah Maret dan siswa akan segera mengikuti ujian,” ujar Sri.
Awal Polemik SMK IDN Bogor
Berdasarkan informasi yang beredar, polemik terkait SMK IDN Bogor bermula pada November 2025.
Saat itu terjadi perselisihan antara pihak sekolah dan wali murid terkait status drop out (DO) seorang siswa yang diduga melakukan pelanggaran disiplin.