- Instagram @syamsul_auliya_rachman
Terbongkar! Fakta-Fakta OTT KPK di Cilacap: Target Rp750 Juta, Bupati Diduga Kumpulkan Uang dari Puluhan Dinas
5. Setoran dari Puluhan Dinas
Dalam penyelidikan KPK terungkap bahwa uang tersebut dikumpulkan dari berbagai perangkat daerah.
Sebanyak 23 satuan kerja perangkat daerah diketahui telah menyetorkan uang dengan jumlah yang bervariasi.
Besaran setoran tersebut berkisar antara:
-
Rp3 juta
-
Rp10 juta
-
Rp50 juta
-
hingga Rp100 juta per dinas
Padahal pada awalnya setiap perangkat daerah diminta menyetor sekitar Rp75 juta hingga Rp100 juta.
Namun karena sebagian dinas tidak mampu memenuhi jumlah tersebut, terjadi penyesuaian besaran setoran setelah dilakukan pembahasan.
6. Uang Diduga untuk THR Pejabat
KPK juga mengungkap bahwa sebagian dana yang dikumpulkan diduga akan digunakan untuk kebutuhan tunjangan hari raya (THR).
Dana tersebut rencananya akan diberikan kepada pihak eksternal yang tergabung dalam forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda).
Jumlah yang diperkirakan dibutuhkan untuk kebutuhan tersebut mencapai sekitar Rp515 juta.
7. Uang Disimpan dalam Tas Bingkisan
Saat operasi tangkap tangan dilakukan, KPK juga menyita sejumlah uang tunai dalam bentuk rupiah.
Uang tersebut ditemukan telah dimasukkan ke dalam beberapa tas bingkisan sebelum akhirnya disita sebagai barang bukti oleh penyidik.
Jumlah pasti uang yang diamankan sempat dihitung oleh penyidik setelah OTT berlangsung.
8. Dua Orang Resmi Jadi Tersangka
Sehari setelah OTT, KPK kemudian menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus tersebut.
Keduanya adalah:
-
Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman
-
Sekretaris Daerah Cilacap Sadmoko Danardono
Keduanya diduga terlibat dalam kasus pemerasan dan penerimaan lainnya terkait proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap pada tahun anggaran 2025–2026.
9. Harta Kekayaan Bupati Cilacap
Berdasarkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) yang dilaporkan pada Januari 2026, total kekayaan Syamsul Auliya Rachman tercatat sekitar Rp12,03 miliar.
Rinciannya meliputi:
-
Tanah dan bangunan: Rp8,15 miliar
-
Kendaraan: Rp1,4 miliar
-
Harta bergerak lainnya: Rp360 juta
-
Kas dan setara kas: Rp1,29 miliar
-
Harta lainnya: Rp1,05 miliar
Dalam laporan tersebut juga tercatat utang sebesar Rp215 juta.
Kasus Masih Terus Didalami
KPK hingga kini masih mendalami kasus tersebut, termasuk menelusuri aliran dana serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.