news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Presiden Prabowo Subianto.
Sumber :
  • Abdul Gani Siregar/tvOnenews

Prabowo Kaji Potong Gaji Menteri dan DPR, Langkah Darurat Selamatkan APBN Imbas Konflik Timur Tengah

Presiden Prabowo kaji potong gaji menteri dan DPR akibat konflik Timur Tengah. Langkah ini dipertimbangkan untuk menjaga APBN dan daya beli masyarakat.
Senin, 16 Maret 2026 - 10:00 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Prabowo Subianto tengah mengkaji wacana potong gaji bagi jajaran kabinet hingga anggota DPR sebagai langkah antisipasi dampak konflik di Timur Tengah terhadap kondisi ekonomi nasional.

Wacana potong gaji ini mencuat sebagai bagian dari strategi pengetatan fiskal untuk menjaga stabilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di tengah ketidakpastian global.

Dalam situasi geopolitik yang memanas, pemerintah dinilai perlu menyiapkan berbagai skenario, termasuk langkah tidak populer seperti potong gaji pejabat negara.

Dampak Konflik Timur Tengah Jadi Pertimbangan Utama

Konflik di kawasan Timur Tengah menjadi perhatian serius pemerintah karena berpotensi memengaruhi kondisi ekonomi global, termasuk Indonesia.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa hanya berharap kondisi tetap aman tanpa melakukan langkah antisipatif.

Menurutnya, banyak negara telah mengambil kebijakan tegas untuk menghadapi situasi serupa, termasuk efisiensi anggaran hingga pemangkasan pengeluaran negara.

“Kita tidak bisa menganggap bahwa apapun terjadi kita aman,” ujar Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa wacana potong gaji bukan sekadar opsi, melainkan bagian dari langkah strategis menghadapi potensi krisis.

Potong Gaji Menteri dan DPR Jadi Opsi Pengetatan

Wacana potong gaji yang dikaji mencakup berbagai pos belanja negara, termasuk gaji menteri dan anggota DPR.

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Herman Khaeron, menyatakan bahwa dalam kondisi tertentu, pengetatan fiskal memang harus dilakukan secara menyeluruh.

“Dalam situasi tertentu kita harus siap dengan berbagai opsi pengetatan fiskal, termasuk pemotongan alokasi belanja pegawai tidak kecuali gaji menteri dan anggota DPR,” ujarnya.

Langkah potong gaji ini dinilai sebagai bentuk solidaritas pemerintah dan elite politik dalam menghadapi tekanan ekonomi akibat konflik global.

Fokus Utama: Jaga Daya Beli Masyarakat

Meski wacana potong gaji menjadi sorotan, tujuan utama kebijakan ini adalah menjaga daya beli masyarakat agar tidak terdampak signifikan.

Pengetatan anggaran yang dilakukan pemerintah diharapkan dapat menjaga stabilitas ekonomi nasional serta mempertahankan pertumbuhan ekonomi pada level ideal.

Partai Demokrat menilai bahwa kebijakan apa pun yang diambil harus berorientasi pada kepentingan rakyat, terutama dalam menjaga kemampuan konsumsi masyarakat.

Dengan demikian, potong gaji pejabat negara dipandang sebagai langkah yang lebih adil dibandingkan membebani masyarakat secara langsung.

Belajar dari Negara Lain

Dalam pembahasannya, Presiden Prabowo juga menyinggung langkah-langkah yang telah diambil oleh negara lain dalam menghadapi krisis akibat konflik.

Salah satu contoh yang disampaikan adalah Pakistan, yang telah lebih dulu menerapkan kebijakan pemotongan gaji bagi pejabat pemerintah dan anggota parlemen.

Langkah tersebut dijadikan sebagai perbandingan untuk melihat bagaimana negara lain merespons tekanan ekonomi global secara cepat dan tegas.

“Mungkin ini hanya sebagai perbandingan,” kata Prabowo saat menampilkan paparan terkait kebijakan negara lain.

Hal ini menunjukkan bahwa wacana potong gaji bukan tanpa preseden, melainkan telah diterapkan di berbagai negara sebagai bagian dari strategi bertahan menghadapi krisis.

Keputusan Akhir di Tangan Presiden

Meski wacana potong gaji telah dibahas, keputusan akhir tetap berada di tangan Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah masih akan mengkaji berbagai aspek sebelum mengambil langkah konkret, termasuk dampak sosial, ekonomi, serta efektivitas kebijakan tersebut.

Partai Demokrat pun menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada Presiden untuk menentukan langkah terbaik dalam menyelamatkan APBN.

“Kami serahkan kepada Presiden untuk melahirkan skenario terbaik,” ujar Herman.

Sinyal Pengetatan Fiskal Mulai Menguat

Munculnya wacana potong gaji menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah mulai bersiap menghadapi kemungkinan tekanan ekonomi yang lebih besar.

Pengetatan fiskal, termasuk efisiensi belanja negara, menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga stabilitas keuangan negara di tengah situasi global yang tidak menentu.

Jika kebijakan potong gaji benar-benar diterapkan, hal ini akan menjadi langkah signifikan yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional.

Di tengah ancaman dampak konflik Timur Tengah, langkah ini juga menjadi pesan bahwa pengorbanan tidak hanya dibebankan kepada masyarakat, tetapi juga dimulai dari para pejabat negara.

Dengan berbagai pertimbangan tersebut, publik kini menunggu keputusan final Presiden Prabowo terkait wacana potong gaji sebagai bagian dari upaya besar menyelamatkan APBN dari tekanan global. (nsp)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

22:32
02:38
01:37
01:55
01:48
03:02

Viral