- Istimewa
Tim Advokasi Beberkan Fakta Baru Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis KontraS, Pelaku Diduga Ikut Terluka
Jakarta, tvonenews.com - Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) menduga pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, kemungkinan ikut terluka akibat cairan kimia yang digunakannya saat melakukan serangan.
Anggota TAUD, Rangga Julio, mengatakan dugaan tersebut muncul dari sejumlah temuan dan analisis tim advokasi terhadap kronologi kejadian serta barang bukti yang ditemukan di lokasi.
Menurut dia, pelaku sempat membuang botol yang diduga digunakan untuk menyiramkan cairan keras kepada korban.
“Salah satu barang bukti penting yang juga ingin kami garis bawahi dalam kesempatan ini adalah ditemukannya satu botol yang diduga digunakan untuk menyiram air keras kepada Andri Yunus,” kata Rangga dalam konferensi pers di Kantor YLBHI, Jakarta Pusat, Senin (16/3/2026).
Ia menjelaskan botol tersebut berwarna ungu dan diduga merupakan jenis tumbler karena memiliki dinding yang cukup tebal.
Botol itu ditemukan oleh saksi di sekitar lokasi kejadian sebelum kemudian diserahkan kepada penyidik kepolisian.
“Botol tersebut berwarna ungu dan mungkin saja itu tumbler karena tebal. Dan kalau kawan-kawan perhatikan di rekaman CCTV, terlihat ada seperti botol yang terbuang dari motor terduga pelaku,” ujarnya.
Rangga mengatakan barang bukti tersebut awalnya tidak ditemukan oleh aparat kepolisian, melainkan oleh saksi di lapangan yang kemudian mengamankannya.
“Dan itu belum ditemukan pada awalnya oleh tim kepolisian, tapi ditemukan oleh saksi di lapangan dan berhasil diamankan, sehingga kami membawa dan membantu saksi tersebut untuk menyerahkan kepada tim dari Resmob Polda Metro Jaya,” katanya.
Selain itu, TAUD juga menyoroti perilaku pelaku yang terekam kamera pengawas setelah kejadian, termasuk saat mengendarai sepeda motor dengan melawan arah lalu lintas.
“Pelaku yang melakukan penyiraman air keras itu kemudian melawan arah. Dan ketika melawan arah kembali dan dia melintas di depan RSCM, disampaikan dia melawan arah juga ke arah Megaria,” kata Rangga.
Ia juga menyebut adanya informasi bahwa polisi telah menemukan helm yang diduga milik pelaku.
Berdasarkan dua temuan tersebut, TAUD menduga pelaku kemungkinan ikut terkena cipratan cairan keras yang digunakannya sendiri.