news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Rekaman CCTV Detik-detik Penyiraman Air Keras ke Aktivis Kontras..
Sumber :
  • Istimewa

Misteri Tumbler Ungu dan Helm Jatuh: Benarkah Penyiram Air Keras ke Aktivis KontraS Terluka Parah Saat Beraksi?

Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) menyoroti sejumlah fakta penting kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus yang dinilai belum disampaikan secara terbuka oleh kepolisian.
Senin, 16 Maret 2026 - 16:14 WIB
Reporter:
Editor :

Rangga mengatakan, botol tersebut awalnya tidak ditemukan oleh aparat kepolisian, melainkan oleh saksi di lapangan yang kemudian menyerahkannya kepada penyidik.

“Dan itu belum ditemukan pada awalnya oleh tim kepolisian, tapi ditemukan oleh saksi di lapangan dan berhasil diamankan, sehingga kami membawa dan membantu saksi tersebut untuk menyerahkan kepada tim dari Resmob Polda Metro Jaya,” katanya.

Ia menilai barang bukti tersebut penting untuk segera didalami melalui metode penyelidikan ilmiah atau scientific crime investigation guna mengungkap pelaku secara lebih jelas.

TAUD juga menyoroti sejumlah kejanggalan dari pergerakan pelaku yang terekam kamera pengawas, termasuk saat pelaku melawan arus lalu lintas setelah melakukan penyerangan.

“Pelaku yang melakukan penyiraman air keras itu kemudian melawan arah. Dan ketika melawan arah kembali dan dia melintas di depan RSCM, disampaikan dia melawan arah juga ke arah Megaria,” kata Rangga.

Selain itu, ia menyebut informasi mengenai ditemukannya helm yang diduga milik pelaku juga menimbulkan pertanyaan.

Dari dua temuan tersebut, TAUD menduga pelaku kemungkinan ikut terluka akibat cairan keras yang digunakannya sendiri.

“Dari dua hal tadi, pertama botol yang kemungkinan dibuang oleh pelaku dan pelaku yang melepas helm dan melawan arah dan mengemudi dengan cepat, kami menduga bahwa pelaku mungkin saja juga terluka karena air keras sendiri yang dia siram,” ujarnya.

Karena itu, pihaknya meminta aparat penegak hukum menelusuri kemungkinan pelaku mencari perawatan medis secara diam-diam.

“Jadi kami ingin menekankan kepada aparat penegak hukum juga segera mencari tahu informasi lebih detail terkait hal ini dan memeriksa semua fasilitas medis atau tenaga-tenaga medis yang mungkin punya kemampuan untuk secara diam-diam mencari cara untuk menyembuhkan pelaku,” kata Rangga.

TAUD juga mendorong pembentukan tim investigasi independen untuk mengawal pengungkapan kasus tersebut agar berjalan transparan dan akuntabel.

Selain itu, Rangga meminta kepolisian memperbaiki koordinasi dalam proses pengumpulan keterangan maupun barang bukti agar tidak membingungkan saksi.

“Kami menekankan kembali agar komunikasi dan koordinasi barang bukti, keterangan, maupun hal-hal yang terkait dilakukan satu pintu agar efektif dan cepat dilakukan,” ujarnya.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

22:32
02:38
01:37
01:55
01:48
03:02

Viral