news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi pembunuhan..
Sumber :
  • Pixabay

Subuh Berdarah di Cipayung: Kronologi Lengkap Pembunuhan Cucu Mpok Nori, Mantan Suami Ditangkap Saat Kabur ke Merak

Kronologi lengkap pembunuhan cucu Mpok Nori di Cipayung, korban ditemukan tewas bersimbah darah, mantan suami ditangkap saat kabur ke Merak.
Minggu, 22 Maret 2026 - 14:05 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Kasus pembunuhan tragis yang menimpa Dewhinta Anggary, cucu dari seniman legendaris Betawi Mpok Nori, mengguncang publik. Perempuan muda itu ditemukan tewas mengenaskan di rumah kontrakannya di kawasan Cipayung, Jakarta Timur. Polisi kini telah mengamankan pelaku yang diduga kuat merupakan mantan suaminya sendiri.

Peristiwa ini tidak hanya menyisakan duka mendalam bagi keluarga, tetapi juga memunculkan fakta-fakta mengejutkan yang terungkap dari kronologi kejadian.

Awal Mula Terungkap: Ibu Curiga Pintu Terkunci dari Dalam

Kejadian memilukan ini pertama kali terungkap pada Sabtu, 21 Maret 2026 sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu, ibu korban yang berinisial B mendatangi rumah Dewhinta dengan tujuan membangunkannya untuk bersiap bekerja.

Namun setibanya di lokasi, situasi terasa janggal. Pintu rumah dalam keadaan terkunci dari dalam, sementara panggilan dari luar tidak mendapatkan respons sama sekali.

Kecurigaan pun mulai muncul. Dalam kondisi panik, keluarga berusaha mencari cara untuk masuk ke dalam rumah.

Adik Korban Masuk Lewat Jendela, Temukan Kondisi Mengerikan

Karena tidak ada jawaban dari dalam, adik korban akhirnya berinisiatif masuk melalui jendela yang kebetulan terbuka. Langkah itu menjadi titik awal terungkapnya tragedi berdarah tersebut.

Begitu masuk, ia mendapati Dewhinta sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Korban tergeletak di dalam rumah dengan kondisi mengenaskan.

Luka sayatan terlihat di bagian leher korban. Selain itu, darah ditemukan mengering di lantai dan juga di atas kasur, menandakan peristiwa tersebut telah terjadi beberapa waktu sebelum ditemukan.

“Korban ditemukan meninggal dunia di lantai dengan kondisi darah mengering di lantai dan kasur,” ujar pihak kepolisian dalam keterangan awal.

Polisi Datang, Tidak Ditemukan Tanda Perampokan

Temuan tersebut langsung dilaporkan ke pihak kepolisian. Tidak lama berselang, aparat dari Polsek Cipayung bersama tim Polda Metro Jaya tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda perampokan. Barang-barang berharga milik korban, termasuk ponsel, masih berada di tempat.

Fakta ini menjadi petunjuk penting bahwa motif kejahatan bukanlah pencurian, melainkan mengarah pada tindakan yang lebih personal.

Kecurigaan Mengarah ke Mantan Suami

Seiring penyelidikan berlangsung, kecurigaan pun mengarah kepada mantan suami korban, FD (35), yang diketahui merupakan warga negara Iran.

Berdasarkan keterangan keluarga, FD sempat datang ke rumah korban dengan alasan meminjam sepeda motor. Kehadirannya di sekitar lokasi kejadian memperkuat dugaan keterlibatannya.

Tidak hanya itu, sejumlah saksi juga mengaku melihat FD berada di lingkungan rumah korban sehari sebelum kejadian.

Sempat Terlihat di Beberapa Lokasi Sebelum Kejadian

Kesaksian warga menyebutkan, FD sempat terlihat di beberapa titik di sekitar lokasi, di antaranya:

  • Jalan Daman II menuju gang rumah korban

  • Area sekitar permukiman korban

  • Masjid Al Ikhlas Bambu Apus saat salat subuh

Keberadaan pelaku di sejumlah lokasi tersebut memperkuat rangkaian kronologi sebelum terjadinya pembunuhan.

Hubungan Korban dan Pelaku Sudah Berakhir

Kerabat korban, Sania Destiani, mengungkapkan bahwa hubungan antara Dewhinta dan FD sebenarnya telah berakhir sekitar satu bulan sebelum kejadian.

Keduanya sudah tidak lagi tinggal bersama setelah korban memutuskan untuk berpisah.

“Sudah tidak tinggal bareng karena dia yang minta pisah,” ungkap Sania.

Fakta ini semakin memperkuat dugaan bahwa kasus ini berkaitan dengan persoalan pribadi antara korban dan pelaku.

Pelaku Ditangkap Saat Diduga Hendak Kabur

Setelah mengumpulkan bukti dan keterangan saksi, pihak kepolisian akhirnya bergerak cepat. FD berhasil ditangkap oleh tim Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Penangkapan dilakukan pada Sabtu siang sekitar pukul 13.30 WIB. Saat itu, pelaku diduga tengah berupaya melarikan diri.

FD diamankan di ruas jalan tol menuju arah Merak. Penangkapan ini sekaligus mengakhiri pelarian singkat pelaku pasca kejadian.

Jenazah Diautopsi, Polisi Dalami Motif

Sementara itu, jenazah Dewhinta sempat dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan autopsi guna memastikan penyebab kematian secara medis.

Setelah proses tersebut, korban dimakamkan di TPU Pondok Ranggon.

Hingga kini, pihak kepolisian masih terus mendalami motif di balik aksi pembunuhan ini. Meski pelaku telah diamankan, penyelidikan lanjutan dilakukan untuk mengungkap secara utuh latar belakang kejadian yang menggemparkan tersebut.

Kasus ini menjadi sorotan luas, tidak hanya karena latar belakang korban sebagai cucu tokoh seni Betawi, tetapi juga karena kronologi kejadian yang tragis dan dugaan keterlibatan orang terdekat. (nsp)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:50
11:46
13:17
04:14
05:49
11:46

Viral