- Antara
Prabowo Ultimatum Menteri-Kepala Badan, Singgung Pajak hingga Bea Cukai: Bersihkan Dirimu atau You Nanti Akan Dibersihkan
Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memberantas praktik menyimpang di lingkungan pemerintahan. Ia meminta seluruh menteri serta pimpinan lembaga negara melakukan pembenahan internal tanpa menunggu tindakan dari pusat.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum diskusi bersama jurnalis dan sejumlah pakar dalam tayangan yang dirilis Sekretariat Presiden pada Minggu (22/3/2026). Dalam kesempatan itu, Prabowo menyampaikan pesan tegas kepada para pembantunya.
“Makanya saya, ke semua kawan-kawan di semua lembaga saya kasih tahu saja, you bersihkan dirimu atau you nanti akan dibersihkan,” kata Prabowo, dikutip Senin (23/3/2026).
Menurutnya, arahan tersebut langsung direspons oleh beberapa menteri dengan langkah konkret di instansi masing-masing. Salah satu yang disorot adalah Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, yang dinilai tetap tegas meski dikenal berkepribadian tenang.
“Kalau Anda lihat menteri PU saya sekarang, siapa, Dody, orangnya kan baik, tapi kalau mau main-main, dia pecat dua dirjen,” ujar Prabowo.
Selain penegakan disiplin, presiden juga menyoroti pentingnya perbaikan sistem meritokrasi serta tata kelola pemerintahan yang lebih bersih. Ia menyinggung berbagai praktik curang seperti manipulasi nilai transaksi hingga penyelundupan yang selama ini menjadi persoalan.
“Kita harus beresin governance kita, ya kan. Hal-hal, apa ya, kecenderungan selalu menipu benar enggak, nyelundup, under-invoicing, semua praktik-praktik itulah. Ini pelan-pelan kita benahi,” ucap dia.
Prabowo juga mengungkap adanya peningkatan penerimaan negara, khususnya dari sektor perpajakan, setelah dilakukan pembenahan di internal Direktorat Jenderal Pajak.
“Januari, Februari, Maret ini naiknya cukup signifikan. Naiknya tuh sekitar 30 persen loh. Mudah-mudahan bertahan. Mungkin, dengan kita bersihkan Direktorat Pajak, ini ada peningkatan,” tutur dia.
Langkah serupa, lanjutnya, akan diterapkan di sektor kepabeanan. Ia menegaskan bahwa reformasi akan menyasar seluruh lembaga tanpa pengecualian.
“Ini sekarang Bea Cukai harus kita bersihkan juga. Semua institusi-institusi kita harus kita bersihkan,” kata Prabowo.
Di akhir pernyataannya, Presiden menekankan bahwa penegakan hukum dan tata kelola yang baik menjadi kunci untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia mengingatkan bahwa masih banyak rakyat yang hidup dalam keterbatasan, sehingga pengelolaan sumber daya harus dilakukan secara optimal.
“Jadi kalau ini kita berdayakan, we can empower them with money, can you imagine the growth?” ujar dia. (nba)