news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi perkebunan kelapa sawit di Sumatera.
Sumber :
  • Ammar Ramzi

Penguatan SDM Jadi Fondasi Masa Depan Industri Sawit Nasional yang Berkelanjutan

Penguatan SDM jadi kunci masa depan industri sawit Indonesia. Program beasiswa dan pelatihan BPDP dorong daya saing global serta keberlanjutan sektor sawit.
Sabtu, 28 Maret 2026 - 07:16 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Industri kelapa sawit Indonesia terus bergerak menuju arah yang lebih berkelanjutan. Di tengah berbagai tantangan global dan tuntutan pasar internasional, penguatan sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga keberlangsungan sekaligus meningkatkan daya saing sektor strategis ini.

Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI), Tungkot Sipayung, menegaskan bahwa pengembangan SDM tidak hanya sekadar peningkatan kapasitas tenaga kerja, tetapi juga harus mampu menjawab kompleksitas industri sawit yang terus berkembang.

SDM Berkualitas Jadi Pilar Utama Industri Sawit

Menurut Tungkot, industri kelapa sawit saat ini menghadapi tantangan yang semakin beragam, mulai dari isu keberlanjutan, tekanan global, hingga kebutuhan inovasi teknologi. Oleh karena itu, pengembangan SDM harus dilakukan secara menyeluruh dan terarah.

Ia menjelaskan bahwa SDM yang unggul harus memiliki kualitas tinggi, keterampilan yang beragam, serta jumlah yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan industri, baik saat ini maupun di masa depan.

“Pengembangan SDM harus mampu menjawab kebutuhan industri kelapa sawit yang semakin kompleks, sekaligus berperan aktif dalam menciptakan sistem industri yang berkelanjutan,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (28/3/2026).

Menjawab Kebutuhan Industri Masa Kini dan Masa Depan

Penguatan SDM tidak hanya berfokus pada kondisi saat ini, tetapi juga harus bersifat jangka panjang. Artinya, program pengembangan harus dirancang untuk mempersiapkan tenaga kerja yang siap menghadapi dinamika industri di masa mendatang.

Tungkot menilai, kebutuhan SDM di sektor sawit akan terus meningkat seiring perkembangan teknologi dan tuntutan efisiensi. Oleh karena itu, strategi pengembangan harus adaptif, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan kompetensi.

Dalam konteks ini, pendidikan dan pelatihan menjadi instrumen penting untuk menciptakan SDM yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki pemahaman terhadap prinsip keberlanjutan.

Peran Strategis BPDP dalam Pengembangan SDM

Salah satu lembaga yang memiliki peran penting dalam penguatan SDM industri sawit adalah Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Lembaga ini secara konsisten mendukung pengembangan SDM melalui berbagai program, termasuk penyediaan beasiswa pendidikan tinggi.

Program beasiswa tersebut ditujukan khusus bagi anak-anak petani sawit, dengan tujuan menciptakan generasi baru yang memiliki kompetensi di berbagai bidang keahlian.

Tungkot menyebutkan bahwa program ini merupakan bentuk reinvestasi dari dana pungutan ekspor sawit yang dikelola oleh BPDP, bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian.

“Sejak awal berdiri, BPDP telah berkontribusi dalam menyiapkan SDM industri sawit melalui program beasiswa sarjana bagi anak-anak petani,” jelasnya.

Capaian Program dan Target ke Depan

Hingga tahun 2025, program pengembangan SDM yang dijalankan BPDP telah menunjukkan capaian yang cukup signifikan. Tercatat sebanyak 13.265 peserta telah menerima beasiswa pendidikan di berbagai perguruan tinggi.

Selain itu, program pelatihan teknis juga telah menjangkau sekitar 32.152 petani kelapa sawit di berbagai daerah. Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan produktivitas petani dalam mengelola perkebunan secara lebih efektif dan berkelanjutan.

Memasuki tahun 2026, BPDP menargetkan kuota beasiswa mencapai 5.000 mahasiswa baru. Fokus utama dari program ini adalah penguatan kompetensi di bidang teknis serta penguasaan teknologi perkebunan.

Perluasan Program Masih Dibutuhkan

Meski capaian tersebut dinilai positif, Tungkot menilai bahwa upaya pengembangan SDM masih perlu ditingkatkan. Hal ini mengingat kebutuhan tenaga kerja di industri sawit yang terus bertambah dan semakin kompleks.

Ia mendorong agar program-program yang telah berjalan dapat diperluas, baik dari sisi jumlah penerima manfaat maupun kualitas pelatihan yang diberikan.

“Jika dibandingkan dengan kebutuhan SDM industri sawit ke depan, program yang ada saat ini masih perlu diperbesar,” ujarnya.

Mendorong Daya Saing Global

Penguatan SDM juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing industri sawit Indonesia di tingkat global. Dalam persaingan internasional, kualitas tenaga kerja menjadi salah satu indikator utama yang menentukan keberhasilan suatu industri.

Tungkot menekankan bahwa Indonesia perlu memastikan kualitas SDM-nya mampu bersaing, bahkan melampaui negara-negara pesaing seperti Malaysia.

Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana memanfaatkan dana sawit untuk membangun SDM yang tidak hanya unggul secara nasional, tetapi juga kompetitif di kancah global.

Harapan Lahirnya Generasi Sawit Unggul

Dengan berbagai program yang telah dan akan dijalankan, diharapkan lahir generasi baru industri kelapa sawit yang lebih berkualitas, adaptif, dan berdaya saing tinggi.

Penguatan SDM tidak hanya akan berdampak pada peningkatan produktivitas, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam mewujudkan industri sawit yang berkelanjutan dan mampu menghadapi tantangan masa depan.

Langkah ini sekaligus menjadi investasi jangka panjang bagi Indonesia dalam menjaga posisi sebagai salah satu produsen kelapa sawit terbesar di dunia. (nsp)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:43
01:51
03:52
00:58
02:11
02:23

Viral