news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto..
Sumber :
  • Antara

Airlangga Segera Umumkan WFH 1 Hari dalam Sepekan: Bulan Ini

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto siap umumkan kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pekerja swasta.
Senin, 30 Maret 2026 - 09:58 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto siap umumkan kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pekerja swasta.

Kebijakan WFH 1 hari dalam sepekan bagi ASN dan pegawai swasta itu akan ditetapkan pada Maret 2026.

"Akan ditetapkan bulan ini," kata Airlangga seusai rapat bersama Presiden RI Prabowo Subianto di Kompleks Istana, Jakarta, Jumat (27/3/2026).

Namun, Airlangga belum mengumumkan secara resmi kapan pemberlakuan WFH 1 hari dalam sepekan akan resmi diterapkan.

Pemerintah masih memiliki beberapa hari sebelum kebijakan WFH resmi diumumkan ke publik. 

"Bulan ini tinggal berapa hari kan, ya jadi masih ada waktu," singkat Airlangga.

DPR Soroti Kebijakan WFH

Kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) yang digulirkan pemerintah untuk menekan konsumsi energi menuai sorotan dari DPR RI. 

Anggota Komisi XII DPR RI, Ratna Juwita Sari, menilai langkah tersebut tidak cukup jika tidak diiringi kebijakan konkret di sektor lain.

Ia menegaskan, penghematan energi harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya mengandalkan perubahan pola kerja aparatur sipil negara (ASN).

DPR: WFH Bukan Solusi Tunggal

Ratna Juwita menilai kebijakan WFH berpotensi menjadi langkah instan jika tidak didukung perencanaan matang. 

Menurutnya, pemerintah harus melihat persoalan energi secara komprehensif, terutama di tengah tekanan global akibat konflik geopolitik.

Situasi global yang memanas, termasuk dampak perang di Timur Tengah yang melibatkan Iran serta Amerika Serikat, menjadi salah satu faktor pendorong pemerintah mengambil langkah penghematan energi.

Namun demikian, Ratna mengingatkan agar kebijakan yang diambil tidak sekadar simbolik.

“WFH bukan solusi tunggal. Jangan sampai kebijakan hemat energi justru diambil secara instan tanpa perencanaan matang dan kajian komprehensif,” ujarnya, Sabtu (28/3/2026). (muu)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

11:21
06:19
02:41
01:30
01:04
01:12

Viral