news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi- Petugas saat menyiapkan hidangan program Makan Bergizi Gratis (MBG)..
Sumber :
  • Antara

Puluhan Siswa Jakarta Diduga Keracunan MBG, BGN Ungkap Hal Menohok Soal Operasional SPPG

Puluhan siswa dari empat sekolah di bilangan Pondok Kelapa 2, Duren Sawit, Jakarta Timur diduga alami keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sabtu, 4 April 2026 - 16:12 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Puluhan siswa dari empat sekolah di bilangan Pondok Kelapa 2, Duren Sawit, Jakarta Timur diduga alami keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Merespons hal tersebut, Wakil Ketua Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati mengakui adanya temuan dari pihaknya dari SPPG yang mendistribusikan MBG ke sejumlah sekolah tersebut.

Menurutnya temuan tersebut berupa SPPG yang belum memenuhi standar operasional prosedur yang ditetapkan BGN.

"Selain itu, SPPG Pondok Kelapa kami suspend (hentikan sementara) untuk waktu yang tidak terbatas, karena kondisi dapur, termasuk tata letak dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang masih belum memenuhi standar," kata Nanik, Jakarta, Sabtu (4/4/2026).

Nanik mengungkap BGN telah menangguhkan atau suspend operasional SPPG tersebut. 

Tak hanya itu, BGN juga memastikan penanggungan biaya pengobatan seluruh siswa yang diduga menjadi korban RSUD Duren Sawit, Jakarta Timur.

"Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. BGN juga akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan di rumah sakit," ucap Nanik.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat meninjau langsung ke RSKD Duren Sawit menyatakan terkait pembiayaan bagi yang sudah terdaftar BPJS Kesehatan maka sepenuhnya akan dibantu hingga pulih.

Penanganan secara cepat telah dilakukan dengan koordinasi antara BGN dan Pemerintah Provinsi DKI beserta jajaran.

"Jadi, penanganan dan koordinasi berjalan cepat antara BGN, Pemerintah DKI Jakarta dan juga dengan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan tentunya beberapa rumah sakit terkait," ucapnya.

Kini, Pemerintah Provinsi DKI tengah menunggu hasil laboratorium dari pemeriksaan MBG dan meminta pihak terkait untuk bertanggung jawab secara terbuka.

Diharapkan para korban siswa maupun guru bisa segera pulih dan bisa kembali beraktivitas seperti sedia kala.

Sedangkan Pemerintah Kota Jakarta Timur (Pemkot Jaktim) terus memprioritaskan kondisi kesehatan siswa dan memastikan mereka mendapatkan penanganan yang tepat.

"Kalau Sudin Pendidikan itu, kami tidak punya kewenangan menyampaikan itu keracunan atau bukan. Yang jelas kami fokus kepada keselamatan anak-anak, terutama terkait kesehatannya," kata Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Timur, M. Fahmi.

Pihaknya telah menggelar rapat bersama sejumlah pemangku kepentingan, termasuk dari sektor kesehatan dan pihak terkait program MBG.

Namun, Fahmi kembali menegaskan bahwa kesimpulan terkait penyebab kejadian tidak dapat disampaikan sebelum hasil pemeriksaan laboratorium resmi keluar.

"Tidak bisa juga kita menyebut ini keracunan kalau datanya belum ada. Yang mengetahui hasilnya hanya laboratorium, jadi kita tunggu saja," ujar Fahmi.(raa)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:41
01:15
01:16
01:29
10:52
04:13

Viral