- Antara
DPR Semprot Pigai Terkait Nasib Nenek Saudah: Apa Fungsi Didirikannya Kementerian HAM?
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri HAM Natalius Pigai kembali jadi sorotan publik. Pasalnya, Pigai baru saja kena semprot DPR pada saat rapat kerja perdana Komisi XIII DPR RI bersama Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Insiden itu terjadi pada saat Menteri HAM Natalius Pigai memaparkan deretan capaian administratif dan visi sosialisasi berbasis budaya, suara kritis dari meja parlemen justru menagih kehadiran nyata negara bagi rakyat kecil yang terhimpit intimidasi di pelosok daerah.
Pamer Predikat "Kualitas Tinggi" dari Ombudsman Membuka paparannya, Natalius Pigai mengungkapkan bahwa Kementerian HAM baru saja menyabet predikat "Kualitas Tinggi" dari Ombudsman Republik Indonesia lembaga negara pengawas pelayanan publik.
Predikat ini merupakan opini tertinggi terkait kebijakan administrasi pelayanan publik.
"Kualitas tinggi adalah penilaian tertinggi dari Ombudsman Republik Indonesia," ujar Pigai di hadapan anggota Komisi VIII DPR RI.
Bahkan Pigai mengklaim prestasi ini adalah buah sinergi dan pengawasan para legislator selama satu setengah tahun terakhir.
Tak hanya soal administrasi, Pigai juga meminta agar kegiatan bersifat seremonial dalam rangka sosialisasi HAM tidak dibatasi.
Kemudian, Pigai juga berargumen, memasyarakatkan HAM di Indonesia memerlukan pendekatan kultural yang cair, mulai dari bermain Angklung hingga menari Tor-tor.
"Kalau ada kementerian lain itu kegiatan-kegiatan seremonial dibatasi, kemungkinan Kementerian HAM agak sulit karena memasyarakatkan HAM itu susah. Karena kami datang ke Jawa Barat main kolintang, angklung. Kalau di Papua ya harus kumpul bersama, kalau di Medan main tor-tor. Itu sosialisasi HAM bentuk kami," bebernya.
Akan tetapi, narasi keberhasilan atas kepemimpinannya tersebut berbenturan dengan realitas pahit yang disampaijan oleh anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi PAN, Arisal Aziz.
Sebagai legislator yang mewakili Dapil Sumatera Barat II (termasuk Pasaman), pengusaha pemilik Indah Logistik Cargo ini langsung menodong Pigai dengan fakta memilukan tentang nasib Nenek Saudah (68).
Warga Pasaman tersebut merupakan korban pengeroyokan brutal oleh pekerja tambang emas ilegal pada Januari 2026 lalu.